P4B dan PD Pasar Bersinergi Bangun Pasar Tradisional di Medan

MEDAN (bareskrim.com) | Pelindung Persaudaraan Pedagang Pasar Bersatu (P4B) Kota Medan beraudiensi dengan Dirut PD Pasar Benny Sihotang untuk bersinergi dalam membangun pasar tradisional ke arah yang lebih baik.

KEPALA BARESKRIMDirut PD Pasar Kota Medan, Benny Sihotang menyambut baik kehadiran P4B dalam menyampaikan ide-ide dan gagasan untuk kebaikan Pasar Petisah kedepannya.

Mewakili para pedagang Sekjen DPD P4B, Rahmat Harahap berterimakasih kepada PD Pasar menerima audiensi ini agar terjadi sinergi yang baik kedepannya.

“Kami sangat bersyukur PD Pasar menyambut baik keberadaan P4B karena PD Pasar yang pertama kali menerima audiensi kami. Kedepannya, kami meminta P4B dilibatkan dalam program PD Pasar agar menjadi satu kesatuan karena kami merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pasar tradisional. Dan, harapan kami PD Pasar dapat memfasilitas P4B seperti kondisi Pasar Petisah masalah keamanan, penerangan, kebersihan menjadi wacana yang harus diperhatikan kedepannya oleh Pemko Medan dalam hal ini PD Pasar, agar segera dilakukan perbaikan untuk kenyaman pengujung dan pedagang yang memang selama ini dikeluhkan oleh para pedagang,” tegas Rahmat.

P4B berdiri berawal dari Persatuan Persaudaraan Pedagang Basement dan saat ini sudah bermetamorfosa menjadi Pelindung Persaudaraan Pedagang Pasar Bersatu (P4B) yang disahkan oleh Menkumham.

Terbentuknya, organisasi ini adalah sebagai wadah dan rumah untuk melindungi nasib pedagang yang selama ini memang tidak rumah untuk berteduh.

“Pegadang adalah sekumpulan orang yang bisa menggerakan roda perekonomian oleh sebab itu seharusnya pedagang memiliki payung hukum, agar terlindungi dari hal-hal yang merusak syaraf-syaraf perekonomian di Indonesia,” papar Rahmat.

Menurut Ketua Umum DPD P4B, Suwarno mengatakan sesungguhnya P4B adalah sebuah organisasi profesi dan gerakan sosial ekonomi yang bersifat independen, tidak terikat dan atau mengikatkan diri kepada partai politik maupun kekuatan politik manapun, dan bernafaskan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *