Selamatkan Jejak Islam di Bumi Tapanuli

MEDAN (bareskrim.com) | Ketua Dewan Pendiri Forum Masjid Sumatera Utara (Sumut), Anwar Bakti terus berkomitmen untuk menyelamatkan aset ummat Islam.

KEPALA BARESKRIMSalah satu aset ummat Islam yang memiliki nilai sejarah penting dalam pergolakan serta pergerakan Islam di Sumut tersebut berada di bumi Tapanuli, tepatnya di Desa Sibulan-bulan Kecamatan Purba Tua Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) yang terancam akan dirubuhkan lantaran kondisinya yang sangat memprihatinkan.

Hal tersebut dikatakannya di kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Jalan Mukhtar Basri, kemarin.

Anwar Bakti selaku Ketua Dewan Pendiri Forum Masjid merasa prihatin atas asset ummat yang telah banyak memberi kontribusi di bidang pendidikan tersebut lantaran terancam akan dirubuhkan.

Dari itu, ia ingin menggalang dana untuk pembangunan Madrasah Ibtidaiyah yang telah berdiri sejak 1938 itu. Karena, menurutnya, pendidikan Islam tidak boleh hanya berkutat di inti kota, pendidikan islam harus berkembang di pedesaan terutama di daerah minoritas.

“Pendidikan Islam tidak boleh elitis, yang pada akhirnya hanya menciptakan jurang yang lebar antara masyarkat kaya dan miskin. Karena pendidikan merupakan hak azasi manusia,” tegas Anwar.

Alumni Muallimin Yogyakarta ini mengimbau kepada seluruh masyarakat muslim putra – putri Tapanuli Utara agar bahu-membahu menyelamatkan jejak sejarah Islam.

“Saya mengimbau kepada putra – putri muslim Taput agar ikut menyelamatkan jejak sejarah Islam di kampung halamannya, khususnya bidang pendidikan yang telah berkontrbusi atas keberlangsungan generasi bangsa,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Anwar Bakti bersedia menyumbangkan sebanyak 30 sak semen untuk pembangunan Madrasah tersebut. “Saya pribadi menyumbangkan 30 Sak semen untuk pembangunan kembali madrasah tersebut,” ujarnya.

Selain itu, Anwar menambahkan, ia dan rekan – rekan telah membentuk tim penyelamatan Madrasah Ibtidaiyah desa Sibulan – bulan, Kecamatan Purba Tua, Kabupaten Tapanuli Utara.

Untuk diketahui, Madrasah Ibtidaiyah Desa Sibulan – bulan tersebut telah berdiri sebelum Indonesia merdeka yakni 1938. Bukan itu saja, warga di seputaran desa tersebut, baik muslim maupun non muslim sempat bersekolah di Madrasah tempat almarhum Drs H Burhanuddin Napitupulu tersebut mengenyam pendidikan dasar sebelum adanya SD INPRES tahun 1974. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *