Wacana Pelebaran Bandara Silangit Tuntas Sebelum Festival Danau Toba 2016

TAPANULI UTARA (bareskrim.com) | Selain rencana pembangunan akses jalan bebas hambatan menuju kawasan Danau Toba, keberadaan Bandara Silangit di Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara diharapkan menjadi salah satu pintu masuk pendukung bagi wisatawan mancanegara.

KEPALA BARESKRIMHal itu disampaikan Direktur Utama Angkasa Pura II, Budi Karya Sumadi saat menyambut Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bandara Silangit.

Budi Karya Sumadi menjelaskan, pihaknya akan melakukan pengembangan Bandara Silangit yang akan dimulai pada April 2016 mendatang. “Jika tidak ada kendala, pengerjaan akan pada bulan September 2016. Semoga sesuai target,” sebut Budi.

Menurut Budi, pengerjaan pengembangan Bandara Silangit dioptimalkan guna mengejar ajang bergengsi Festival Danau Toba 2016 mendatang. “Kami upayakan sebelum Festival Danau Toba yang akan datang akan selesai,” janji Budi.

Sementara ini, sebut Budi, landasan pacu (run way) Bandara Silangit saat ini hanya 2400 x 30 meter. Nantinya akan diperpanjang menjadi 2650 x 45 meter dan luas avron memiliki dimensi 140 x 300 m2 dengan jumlah parking stand 4 Aircraft.

“Bandara Silangit nantinya bisa didarati pesawat terbesar Boeing 737-800. Harapan kita, wisatawan dapat langsung menuju kawasan Danau Toba,” sebut Budi.

Sementara itu, Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi mengatakan, pengembangan Bandara Silangit diharapkan akan mendukung tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke kawasan Danau Toba.

“Akses yang mudah akan berdampak pada tingkat kunjungan. Apalagi jika jalan tol menuju dari Tebing Tinggi menuju kawasan Danau Toba segera terealisasi,” sebut Erry.

Bandara Silangit, merupakan satu-satunya bandara yang ada di kawasan Danau Toba. Bandara tersebut diharapkan memberikan kontribusi dalam meningkatkan kemudahan akses bagi wisatawan mancanegara.

“Ini juga salah satu pintu masuk untuk ke kawasan Danau Toba yang selama ini belum dimaksimalkan,” sebut Erry.

Pengembangan Bandara Silangit sendiri sesuai arahan Presiden Jokowi saat Rapat Koordinasi Terbatas di Jakarta pada 2 Februari 2016 lalu. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *