Kata Akademisi Sosial Ini Podomoro harus Tunduk pada Hukum

MEDAN (bareskrim.com) | Sejumlah dugaan kecelakaan kerja yang terjadi di Mega Proyek Agung Podomoro City Deli Medan, Jalan Putri Hijau Kelurahan Kesawan Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), hingga kini belum ada kejelasannya secara hukum mendapat tanggapan serius dari berbagai pihak.

KEPALA BARESKRIMKali ini, akademisi sosial politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Shohibul Anshor Siregar menanggapi serius persoalan ini.

Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut (LHKP – PWMSU) menawarkan solusi terkait keberadaan Mega Proyek milik perusahaan properti raksasa tersebut ketika dimintai tanggapannya.

“Negara harus hadir di Podomoro. Seberapa hebat Podomoro itu dalam konstelasi jaringan kapitalisme yang mencengkeram Indonesia, tidak boleh semena-mena. Harus ada yang membuatnya tunduk kepada hukum, yakni negara,” tegas Shohibul ketika ditemui di kantor PWMSU, Jalan SM Raja, Medan, (31/3/2016).

Lanjut Shohibul, jika negara melalui tangan – tangan kekuasaannya di daerah enggan melakukan kewajibannya, maka harus dicari tahu apa sebab negara dicitrakan seperti itu. “Prinsip utama ialah bahwa negara melindungi segenap tumpah darah, termasuk bangsanya,” tandas Sekretaris Umum Majelis Pimpinan Pusat Parsadaan Luat Pahae Indonesia (MPP – PLPI) ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *