Pasokan Bumbu-bumbuan Picu Inflasi Sumut

MEDAN (bareskrim.com) | Inflasi Sumatera Utara di bulan Maret 2016 tercatat diluar pola historisnya. Ditengah relatif melimpahnya pasokan bahan pangan, perkembangan harga secara umum di mengalami inflasi sebesar 0,88% (mtm), tertinggi se-Indonesia.

KEPALA BARESKRIMSecara historis di Maret tercatat deflasi dengan rata-rata 7 tahun terakhir sebesar -0,31%. Dengan demikian, secara tahunan inflasi Sumatera Utara (Sumut) meningkat dari 6,26% menjadi 7,41%. Secara kumulatif, sampai dengan Maret inflasinya mencapai 2,00% (ytd), lebih tinggi dibanding nasional yang sebesar 0,62%.

Gangguan pasokan komoditas bumbu-bumbuan menjadi penyebab inflasi Maret 2016 diluar polanya. “Sumbangan inflasi terbesar bersumber dari kenaikan harga cabai merah setelah pada bulan sebelumnya juga menjadi komoditas penyumbang inflasi, disamping bawang merah,” tulis siaran pers Kantor Bank Indonesia Perwakilan Sumut yang diterima, Selasa (5/4/2016).

Dalam tiga bulan awal 2016, kedua komoditas tersebut menjadi penyumbang inflasi di kota-kota yang disurvei oleh BPS. Secara keseluruhan inflasi kelompok volatile foods kembali melonjak di atas rata-rata historisnya sehingga mencapai 13,73% (yoy), naik dari 10,30% (yoy) pada bulan sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *