AJI Minta Polda Sumut Ungkap Kasus Tewasnya Kru Salam TV

MEDAN (bareskrim.com) | Apakabar kasus perompakan kru Salam TV yang terjadi (27/4/2016), hingga menewaskan salah seorang krunya bernama Zulfan Syaiful? Hingga saat ini nampaknya belum ada perkembangan dalam pengungkapan kasusnya.

KEPALA BARESKRIMMenyikapi hal tersebut, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) angkat bicara dengan meminta keseriusan jajaran Polda Sumut untuk mengungkan tuntas tewasnya kru Salam TV dalam peristiwa perompakan di Perairan Belawan.

“AJI Medan dalam hal ini mendesak aparat penegak hukum untuk menangkap segera pelaku perompakan kru Salam TV yang sedang menjalankan tugas jurnalistik di Perairan Belawan pada 27 April lalu,” ucap Ketua AJI Medan, Agoez Perdana dalam siaran persnya yang diterima, Selasa (3/5/2016).

Desakan yang dilontarkan AJI terkait juga peringatan Hari Kebebasan Pers Internasional atau World Press Freedom Day (WPFD) yang jatuh pada 3 Mei 2016, mengusung tema “Berbeda itu Hak!”.

“WPFD diperingati sebagai momentum demi mempertahankan kebebasan media dari serangan atas independensi dan memberikan penghormatan kepada para jurnalis yang gugur dalam menjalankan tugas,” kata Agoez Perdana didampingi Koordinator Divisi Advokasi AJI Medan, Dewantoro.

Menurutnya, jaminan atas hak asasi manusia telah diatur dalam pasal 19 DUHAM dan pasal 28F UUD 1945. Di dalamnya mencakup dua hal mendasar, yaitu hak untuk memperoleh informasi dan hak untuk menyebarluaskan informasi atau berekspresi.

Namun hak dasar itu seakan-akan kerap diabaikan oleh negara. Salah satu bentuknya adalah yang terjadi belakangan ini, ketika berbagai ekspresi yang ‘berbeda’ kerap kali digagalkan karena tindakan intoleran kelompok warga yang lain.

“Tindakan represi atas kebebasan berekspresi warga adalah ancaman bagi kebebasan pers dan fungsi pers untuk mengembangkan pendapat umum,” sebut Agoez. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *