Polda Sebut Tak Ada Hubungan Bencana Air Bah dengan Illegal Logging

MEDAN (bareskrim.com) | Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Sumut), HT Erry Nuradi mengatakan, bencana banjir bandang yang terjadi di lokasi wisata Air Terjun Dua Warna Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deliserdang, (15/5/2016), yang menyebabkan puluhan jiwa melayang, disebabkan adanya praktik illegal logging hutan di dataran tinggi Kabupaten Karo.

KEPALA BARESKRIM“Oleh karena itu, tatkala hujan deras mengguyur tidak ada lagi hambatan pohon yang menghadang air. Saya minta Bupati Tanahkaro untuk memantau illegal logging dan banjir bandang. Saya berharap[ ada tindakan tegas dari TNI dan Polri atas maraknaya illegal logging di Sumut,” tegas Erry Nuradi.

Menanggapi pernyataan Plt Gubernur Sumut atas maraknya praktik illegal logging di lokasi tersebut, Kasubbbid Penmas Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan dengan tegas membantah jika peristiwa atau bencana terkait dengan adanya dugaan praktik illegal logging di kawasan itu.

“Tidak ada hubungannya penyebab terjadinya air bah di lokasi wisata air terjun dua warna Sibolangit dengan maraknya praktik illegal logging. Kita konsentrasi dululah untuk pencarian dan evakuasi korban,” kata MP Nainggolan kepada awak media (19/5/2016).

Bahkan, dia menyarankan kepada wartawan agar mengkonfirmasi hal itu langsung ke Gubernur yang memberikan statement soal dugaan adanya illegal logging yang menyebabkan musibah di lokasi wisata air terjun dua warna.

“Kalau soal illegal logging itu jangan tanya polisi tanya saja sama Gubernur yang memberikan statement tersebut karena itu adalah urusan Dinas Kehutanan dan Polisi Kehutanan,” imbuh MP Nainggolan.

Dia melanjutkan, pihak kepolisian tidak ada melidik adanya dugaan praktik illegal logging, penyebab terjadinya air bah di lokasi wisata air terjun Dua Warna Sibolangit. (jul/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *