Tawaran KKP akan Jadikan Center Pengolahan Mangrove di Wilayah Lantamal I

MEDAN (bareskrim.com) | Hutan Mangrove yang dikelola Lantamal I dapat dimanfaatkan untuk pelestarian lingkungan. Keberadaan hutan mangrove, bukan hanya sebagai tempat berkembangnya biota-biota yang menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan di laut, juga dapat mencegah terjadi erosi.

KEPALA BARESKRIMMenurut Dirjen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto, pelestarian mangrove ini banyak manfaat. Salah satunya bagi kesehatan. Sari buah mangrove dapat dijadikan obat antioksidan. Selain itu, dedaunannya dapat juga menjadi anti virus dari berbagai penyakit.

Kementerian Kelautan dan Perikanan mengapresiasikan pelestarian hutan mangrove yang saat ini dikelola Lantamal I. “Jika berkenan, hutan mangrove Lantamal I dapat dijadikan. Center atau Pusat Pengolahan Mangrove,” kata Slamet dalam Panen Raya Ikan sekaligus penaburan benih ikan di wilayah Hutan Mangrove Lantamal I yang berlokasi di Belawan, Selasa (24/5/2016).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Panglima Koarmabar, Laksamana Muda Taufiq Qurahman, Danlantamal I Brigjen TNI AL Widodo Dwi Purwanto, Kadis Perikanan dan Kelautan Sumut mewakilan Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi, perwakilan Kapolda Sumut, Wadir Pol Air Polda Sumut serta para Lanal wilayah Lantamal I.

Untuk mewujudkan ‘impian’ tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menyiapkan tenaga ahli untuk melatih masyarakat dalam pengelolaan manfaat mangrove.

“Seperti halnya, ibu-ibu akan dilatih membuat sirup buah mangrove yang anti oksidan, serta juga mengolah dedaunnya,” beber Slamet.

Slamet berpesan kepada Panglima Koarmabar, Laksamana Muda Taufiq Qurahman, agar kegiatan pelestarian yang ditunjukan Lantamal I dapat juga dikembangkan ke jajaran Lantamal lainnya. “Kementerian Kelautan dan Perikanan siap bekerjasama dengan TNI AL dalam pelestarian lingkungan,” ucapnya. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *