Persaudaraan Sesama Muslim

Oleh: Nadrah Naimi, MA

Orang Islam adalah saudara orang Islam yang lainnya, kendatipun kita tidak saling mengenal sebelumnya. Rasulullah SAW bersabda di Hadis Bukhori yang artinya “Perumpamaan orang Islam yang saling mengasihi dan mencintai satu sama lain adalah ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh merasa sakit, maka seluruh tubuh akan ikut merasa sakit dan tidak bisa tidur”.

nadlrahSabda Rasulullah riwayat Bukhori yang lainnya adalah Tidak lah sempurna iman seorang dari kalian, sehingga dia mencintai saudaranya (sesama islam) sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.

Bahkan, Rasulullah SAW juga bersabda riwayat Tirmidzi yang artinya “Senyummu untuk saudaramu adalah sedekah bagimu. Dari kutipan hadis tersebut jelaslah bahwa kita sebagai sesama muslim adalah saudara, tidak halal bagi seorang muslim memutuskan hubungan dengan muslim yang lainnya lebih dari tiga hari. Antara orang iman janganlah saling Hasud, saling mencari kesalahan, saling marah dan saling membelakangi”.

Di mana Persaudaraan itu?

Rasulullah bersabda yang artinya “orang beriman yang satu dengan orang beriman yang lainnya adalah seperti sebuah bangunan satu sama lain saling memperkuat. Sebagai seorang muslim kita harus saling menyayangi, harus saling membantu bukan saling membenci.

Tidakkah engkau merenungi dirimu, apakah engkau sudah saling menyayangi dengan muslim yang lainnya?? Sudahkan engkau menghilangkan penyakit hatimu? Masih banyak diantara kita yang belum bisa mempraktikkannya secarah benar, kita sering mengaku kalau kita adalah muslim sejati, setiap hari kita mengaji, belajar ilmu agama, belajar Al-quran dan hadis, mendengarkan nasihat, mendengarkan tausiyah dari ustad-ustad.

Tapi, kenapa sikap kita kepada teman-teman muslim lainnya masih jauh dari ajaran Al-quran dan Hadis yang kita kaji hampir setiap hari? Jika mereka minta tolong, terkadang kita enggan menolongnya padahal mereka kan saudara sesama muslim. Sifat yang saat ini sulit kita hilangkan adalah berburuk sangka kepada orang lain.

Firman Allah SWT yang artinya : Hai orang beriman, jauhilah berburuk sangka, sebagian prsangka adalah dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain. Janganlah sebagian kalian pada sebagian yang lain.

Allah sangat banyak menegaskan kepada kita, bahwa janganlah hari-harimu di sibukkan dengan mencari-cari kesalahan orang lain, sibukkanlah dirimu untuk terus selalu mencari-cari kesalahan diri sendiri dan berusaha memperbaikinya.

Sufyan bin Husain berkata, Aku pernah menyebutkan kejelekan seseorang di hadapan Iyas bin Muawiyah. Beliaupun memandangi wajahku seraya berkata, Apakah kamu pernah ikut memerangi bangsa Romawi? Aku menjawab, Tidak. Beliau bertanya lagi kalau memerangi bangsa Sind,Hind (Hindia) atau Turki? Aku juga menjawab, Tidak. Beliau berkata, Apakah layak, bangsa Romawi, Sind dan Turki selamat dari kejelekanmu sementara saudaramu yang muslim tidak selamat dari kejelekanmu? Setelah kejadian itu, aku tidak pernah mengulangi lagi berbuat seperti itu.

Abu hatim bin Hibban Al-Busti berkata dalam kitab Raudhah Al-Uqala (hal.131), Orang yang berakal wajib mencari keselamatan untuk dirinya dengan meninggalkan perbuatan dari kemunafikan dan senantiasa sibuk memikirkan kejelekan dirinya sendiri.

Sesungguhnya orang yang sibuk memikirkan kejelekan dirinya sendiri dan melupkan kejelekan orang lain, maka hatinya akan terteram. Setiap kali dia melihat kejelekan yang ada pada dirinya, maka dia akan merasa hina tatkala melihat kejelekan yang serupa ada pada saudaranya.

Sementara orang yang senantiasa sibuk memeprhatikan kejelekan orang lain dan melupakan kejelekannya sendiri, maka hatinya akan buta, badannya akan meresa letih dan akan sulit baginya meninggalkan kejelekan dirinya.

Dalam kutipan kata tersebut, marilah kita rubah diri kita, bantulah sesama muslim lainnya, jangan saling benci-membenci. Rasulullah sangat sayang kepada umatnya yang saling mengasihi kepada sesama umat muslim lainnya.

Hidup kita akan semakin tenteram apabila kita saling membantu satu sama yang lainnya, karna kita adalah makhluk sosial, saling membutuhkan yang satu dengan yang lainnya. (Dosen FAI UMSU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *