Kabarnya!!! Dua Orang Jurnalis Diseret dan Diinjak-injak Oknum TNI AU

MEDAN (bareskrim.com) | Aksi demo warga Sari Rejo terkait sengketa lahan antara TNI AU menelan korban dari kalangan jurnalis.

KEPALA BARESKRIMDikabarkan dua jurnalis yang melakukan peliputan kabarnya mengalami penyiksaan berat hingga berujung ke rumah sakit. Adalah Array Argus (jurnalis salah satu media cetak) dan Andri Safrin (kontributor salah satu televisi nasional) menjadi korban kebringasan oknum TNI AU.

Aksi brutal yang dilakukan oleh aparat ini berawal dari aksi sweeping TNI AU dengan membawa kayu, pentungan, tombak dan laras panjang. Setibanya di lokasi bentrokan, aparat TNI AU Lanud Soewondo melihat para wartawan yang sedang melakukan wawancara dengan warga terkait aksi demo tersebut.

Tiba-tiba, aparat TNI-AU tersebut menghampiri para wartawan dan menyerang dengan membabi buta. Tanpa memandang bulu, aparat menarik, memukuli serta memijak-mijak para wartawan.

“Aku lagi wawancara sama ibu-ibu disana dan duduk bersebelahan. Tiba-tiba saja aku ditarik, dihantam pakai kayu broti, diseret-seret bahkan dipijak-pijak sama TNI-AU tersebut,” jelas Array yang kini dirawat di RS Mitra Sejati.

Kendati sudah memberitahu kepada aparat tersebut bahwa dirinya merupakan wartawan, tetap saja mereka (oknum TNI AU) menyeret-nyeretnya bagaikan binatang.

“Padahal, sudah teriak-teriak kalau aku wartawan sambil menunjukkan ID card. Tapi, mereka ngak peduli dan terus menyeret serta menginjak-injak aku,” terangnya.

Hingga saat ini, kedua wartawan tersebut masih terbaring lemas di ruang UGD RS Mitra Sejati, guna mendapatkan perawatan intensif. (met/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *