Danlanud Soewondo akan Usut Tuntas Kekerasan Warga dan Jurnalis

MEDAN (bareskrim.com) | Komandan TNI AU Lanud Soewondo, Kolonel Arifien akan memberikan sanksi terhadap prajuritnya yang terlibat kasus penganiayaan terhadap jurnalis saat melakukan peliputan bentrokan di Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia, (15/8/2016).

KEPALA BARESKRIM“Saat ini tim Pangkoops AU dan Mabes TNI sedang melakukan investigasi dan laporannya akan disampaikan. Apapun keputusannya akan kami lakukan. Tidak perlu khawatir, kita tidak akan keluar dari hukum,” kata Arifien kepada Satgas Anti Kekerasan Terhadap Wartawan Dewan Pers dan Tim Advokasi Pers Sumut di Lanud Soewondo, (23/8/2016).

Hadir dalam pertemuan itu, Satgas Anti Kekerasan Terhadap Wartawan Dewan Pers, yaitu Kamsul Hasan, Pasaoran Simanjuntak dan Hendra Makmur.

Sementara, Tim Advokasi Pers Sumatera Utara merupakan gabungan organisasi jurnalis dan perusahaan media yang hadir, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumut, Forum Wartawan Kesehatan (Forwakes), Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI), Aliansi Media Cyber Indonesia (AMCI), Pewarta Foto Indonesia (PFII) Medan, Forum Jurnalis Medan (FJM), Harian Tribun Medan, MNC, Kontras Sumut, dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan.

Dirinya juga atasnama Lanud Soewondo juga menyesali insiden tersebut terjadi. “Saya memohon maaf terhadap korban yang timbul. TNI AU sudah merespon dengan mendatangi para korban. Kita juga telah membentuk tim untuk menyusuri para korban dan melakukan investigasi. Tim saat ini sedang bekerja dilapangan,” ujarnya.

Menurut Arifien, apapun yang dibutuhkan Tim Satgas Anti Kekerasan Terhadap Wartawan Dewan Pers dan Tim Advokasi Pers Sumut akan diberikan TNI AU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *