Jangan Jadikan Konflik Sari Rejo Sebagai Ajang Pencitraan

MEDAN (bareskrim.com) | Konflik lahan melibatkan TNI-AU Pangkalan Udara (Lanud) Sowoendo Medan dengan warga di Sari Rejo terus mengundang perhatian banyak pihak termasuk anggota DPR RI.

KEPALA BARESKRIMTercatat, sudah tiga kali rombongan legislator senayan datang ke Sari Rejo sejak kerusuhan akibat sengketa kepemilikan lahan antara warga dan TNI AU meletus pada 15 Agustus lalu.

Teranyar, pada (2/9/2016), rombongan komisi I DPR RI datang ke Sari Rejo menemui warga. Namun, tidak terlihat program jelas DPR terkait penyelesaian persoalan Sari Rejo.

Kecendrungan ini pun dikritisi oleh pengamat politik Shohibul Anshor Siregar. Ia menilai, kunjungan anggota DPR RI ini jangan memunculkan kesan hanya jadi ajang pencitraan.

“Semua anggota dewan berhentilah datang kesini (Sari – Rejo), kalau hanya sekedar cakap-cakap. Kita ingin solusi dari panglima tertinggi, yakni Presiden Jokowi. Hanya dia yang bisa melakukan sesuatu untuk kasus ini. Pergilah kalian (anggota dewan) ke Istana, katakan pada Jokowi, Sari Rejo adalah salah satu titik konflik, dari ratusan kalau tidak ribuan. Berikan fatwa untuk Keputusan MA yang memenangkan rakyat itu,” tegas Shobibul di Medan.

Lanjut dijelaskan Shohibul, persoalan Sari Rejo ini sejatinya telah disampaikan langsung pada 2009 ke Wakil Presiden RI kala itu, Jusuf Kalla. Namun hingga saat ini, tidak ada solusi konkrit dari pemerintah atas hak rakyat mendapat kepastian hukum atas lahan yang secara sah dimiliki dan dikuatkan oleh putusan inkrah dari MA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *