IMM Minta Evaluasi Kinerja Kapolres Tapsel

TAPSEL (bareskrim.com) | Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tapanuli Selatan – Padang Sidimpuan (PC IMM Tapsel-PSP), Zulham Hidayah Pardede menyatakan kekecewaannya terhadap kinerja Kapolres Tapanuli Selatan terkait kerusuhan warga Desa Aek Badak Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), (19/9/2016).

logo bareskrim, logo bareskrimcom, logo online bareskrim, bareskrim“Saya sangat menyesalkan kerusuhan yang terjadi antara masyarakat di Desa Aek Badak. Kerusuhan yang terjadi harusnya mampu diatasi Polres Tapsel lebih awal sebelum masyarakat terprovokasi,” kata Zulham.

Menurutnya, masyarakat tidak boleh disalahkan atas terprovokasinya dengan tulisan-tulisan di akun facebook Toni Darius Sitorus (TDS). Polres Tapsel sangat lamban dan terlambat mendeteksi kemungkinan terberat dari usaha provokasi lewat media sosial.

Menurut Zulham Hidayah Pardede, cara Kepolisian Resort Tapanuli Selatan dalam menangani kerusuhan sangat tidak kooperatif. Pada kejadian ini, Edwin Adyanto, Warga Sihepeng tertebak polisi.

“Kapolres Tapsel harusnya sudah mampu mendeteksi ini sebelum menjadi viral di medsos dan mampu memprovokasi warga,” ucapnya.

Belum lagi pengerusakan yang dilakukan oknum TNI terhadap rumah warga dan beberapa kendaraan di Desa Sihepeng Mandailing Natal. “Tindakan arogan oknum polisi yang diperlihatkan ini sangat jauh dari tugas utama polisi, seperti yang diamanatkan di Undang-Undang,” lanjut Zulham.

Ia juga meminta Kapolda Sumut untuk mengevaluasi kinerja Kapolres Tapsel demi menciptakan rasa aman dan tentram warga Tapsel ke depan. “Saya berharap Kapolda Sumut mengevalusi kinerja Bapak Rudi Samtana sebagai Kapolres, jika memungkinkan agar Bapak Rudi Samtana dicopot saja dari jabatannya,” cetusnya dalam siaran pers yang diterima, Kamis (22/9/2016).

Kapolda Sumatera Utara diminta untuk agar mengambil alih penanganan kasus penistaan agama yang dilakukan lewat akun facebook ini. “Siapapun pelakunya harus segera ditemukan dan diungkapkan kepada warga Tapsel untuk mengantisipasi munculnya upaya-upaya baru dalam memprovokasi kerukunan warga Tapsel,” tutur Zulham. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *