Kejati Telusuri Dugaan Korupsi Badan Perpustakaan Arsip & Dokumentasi Sumut

MEDAN (bareskrim.com) | Kejaksaan Tinggu Sumatera Utara (Kejati Sumut) dikabarkan terus menelusuri dugaan korupsi di Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (BPAD) bersumber dari APBD Sumut TA 2014.

logo bareskrim, logo bareskrimcom, logo online bareskrim, bareskrimDugaan korupsi di BPAD Sumut tersebut adalah pengembangan perpustakaan SD/MI di Sumut sebesar Rp3.596.250. 000 APBD SU TA 2014, pengembangan perpustakaan pondok pesantren di Sumut Rp 614.375.000 APBD SU TA 2014, serta dugaan korupsi pengadaan buku keliling kabupaten/kota di Sumut sebesar Rp816.000.000 APBD SU TA 2014 sebanyak 16.000 eksemplar.

Dugaan korupsi tersebut dimulai dari pengembangan perpustakaan SMP di Sumut sebesar Rp3.701.250.000 APBD Sumut TA 2014, lalu dengan dugaan korupsi lainnya dalam pengadaan bantuan buku perpustakaan rumah ibadah sebesar Rp3. 701.250.000 APBD Sumut TA 2014.

Informasi diperoleh dari Kejati Sumut, dalam kasus dugaan korupsi tersebut, mantan Kepala BPAD Provinsi Sumut, HT sudah pernah diperiksa tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sumut pada April 2016 lalu. Dan pada 4 Oktober 2016, mantan orang nomor satu di BPAD Provinsi Sumut kembali dipanggil untuk diperiksa. Namun, HT tidak hadir.

Pemeriksaan HT dibenarkan Kasipenkum Kejati Sumut, Bobbi Sandri melalui Kasubsi Penkum, Yos Gernold Tarigan, (6/10/2016). Menurutnya, HT diperiksa karena dia menjabat sebagai Kepala BPAD Provinsi Sumut saat itu.

Tim penyidik Pidsus juga telah memanggil dan periksa Kabid Layanan BPAD Sumut Dra Elly Suhairiyah pada September 2016. Sedangkan, Bendahara BPAD Provsu, Marhaini juga turut diperiksa tim penyidik, 5 Oktober 2016.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *