Polda Kebut Penyelidikan Dugaan Korupsi Diskanla Sumut

MEDAN (bareskrim.com) | Hingga sampai sekarang pihak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Propinsi Sumut masih menghitung kerugian negara terkait dugaan korupsi pengadaan 6 unit kapal tangkap ikan di Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Sumut Tahun 2014 senilai Rp 8 miliar.

logo bareskrim, logo bareskrimcom, logo online bareskrim, bareskrimBelum diketahui jumlah kerugian negara dalam kasus tersebut, namun Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Poldasu masih terus menindaklanjuti dugaan kasus yang diduga melibatkan ‘orang penting’ di Diskanla Sumut tersebut.

“Ya, sampai saat ini hasil audit BPKPnya belum keluar, kita masih menunggunya untuk mengetahui berapa besar jumlah kerugian negara dalam kasus pengadaan kapal tersebut. Kasus ini masih kita tindaklanjuti terus,” ujar Kasubdit III Tipidkor Ditreskrimsus Poldasu, AKBP Nicholas Lilipaly yang dihubungi awak media melalui telephon seluler, (6/10/2016).

Selain menunggu hasil audit BPKP, pihaknya juga sudah memeriksa beberapa saksi, namun dia tidak begitu mengingat jumlahnya. “Sudah banyak saksi yang kita periksa, tepatnya saya tidak ingat,” katanya.

Dalam kasus ini penyidik Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sumut tengah ‘mengkebut’ penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan 6 unit kapal penangkap ikan di Diskanla Sumut. Hal itu dilakukan untuk dapat segera menentukan tersangka.

“Kita masih berupaya keras untuk dapat segera menuntaskan kasus dugaan korupsi yang menelan dana Rp 8 miliar tersebut. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, kita sudah dapat menentukan tersangka,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *