Upaya Pemerintah Membungkam Suara Mahasiswa

logo bareskrimcom, logo bareskrim, bareskrim, bareskrimcom, berita medan, berita sumut, berita sumatera

PADANGSIDIMPUAN (bareskrim.com) | Menyikapi Surat Kemenristekdikti No 350/B/SE/2016 perihal himbauan terkait unjukrasa 4 November 2016 yang ditujukan kepada Pimpinan Perguruan Tinggi seluruh Indonesia, Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Tapanuli Selatan – Padangsidimpuan (PC IMM TAPSEL-PSP) angkat bicara.

logo bareskrim, logo bareskrimcom, logo online bareskrim, bareskrimIMM meminta Presiden Jokowi agar mencabut surat yang ditanda tangani Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemen Risetdikti dianggap sebagai upaya pemerintah untuk membungkam pergerakan mahasiswa seluruh Indonesia.

Ketum PC IMM Tapsel-PSP, Zulham Hidayah Pardede mengatakan, sepakat dengan pernyataan sikap Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI). Surat itu memang sangat jelas menggambarkan upaya nyata oleh pemerintah untuk membungkam pergerakan mahasiswa seluruh Indonesia.

Dengan beredarnya surat tersebut, PC IMM Tapsel-PSP merasa bahwa Pemerintah justru tidak menunjukkan sikap sebagai lembaga yang harusnya menjadi pengayom masyarakat juga mahasiswa. “Surat itu menciderai mahasiswa seluruh Indonesia, Pemerintah harusnya berdiri di tengah dengan tidak berupaya membungkam suara mahasiswa seluruh Indonesia,” tambah Zulham dalam siaran persnya yang diterima, Jumat (4/11/2016).

Zulham menegaskan, upaya apapun yang dilakukan untuk mengkebiri suara mahasiswa saat ini tidak akan berhasil. Mahasiswa seluruh Indonesia sudah bersepakat untuk turun bersama menuntut agar penegakan hukum di Indonesia ini tidak tebang pilih.

Indonesia adalah negara hukum, tidak ada yang kebal hukum di Indonesia ini, termasuk Ahok, terduga penista Agama. “Oleh karenanya saya meminta kepada seluruh Pimpinan Perguruan Tinggi di Seluruh Indonesia terutama di Wilayah Tabagsel agar menolak surat tersebut dan mendukung seluruh mahasiswa yang akan turun aksi pada 4 November 2016,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *