Bupati Asahan Diperiksa Polda Sumut Soal Kasus YPMDA

MEDAN (bareskrim.com) | Bupati Asahan, Taufan Gama Simatupang rencananya akan diperiksa penyidik Subdit II Hardabangtah Ditreskrimum Polda Sumut hari ini (Rabu 9/11/2016), terkait kasus dugaan pemalsuan akte lahan Yayasan Pesantren Modern Darul Al Ulum (YPMDA).

logo bareskrim, logo bareskrimcom, logo online bareskrim, bareskrimDiperiksanya orang nomor satu di Kabupaten Asahan ini dikarenakan sejak tahun 2016, lahan YPMDA tersebut tiba-tiba sudah berpindah tangan menjadi hak miliknya dan dengan menggunakan lahan tersebut, beliau dikabarkan berhasil meminjam sejumlah dana, padahal lahan tersebut awalnya merupakan bantuan/hibah dari Pemkab Asahan semasa beliau belum menjabat sebagai bupati.

Selain itu, penyidik rencananya akan menelusuri bagaimana lahan tersebut tiba-tiba berpindah tangan menjadi hak milik sang bupati, dan rencananya juga penyidik akan memeriksa pihak badan pertanahan nasional (BPN) Asahan untuk meminta bukti keabsahan kepemilikan lahan tersebut.

“Besok penyidik berangkat ke Asahan untuk memeriksa bupati, dikarenakan lahan tersebut sudah menjadi hak miliknya sejak tahun 2016, selain itu kita juga akan memeriksa pihak BPN disana,” ujar Kasubdit II Hardabangtah Ditreskrimum Poldasu, AKBP Frido Situmorang yang ditemui awak media, (8/11/2016).

Dia menambahkan, bahwa bupati masih diperiksa sebagai saksi, selain itu penyidik akan memeriksa laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) bupati, apakah lahan tersebut termasuk di dalamnya. “Disana nanti kita akan juga memeriksa LHKPNnya,” tukasnya.

Dalam kasus ini, Subdit II Hardabangtah Ditreskrimum Poldasu juga telah memeriksa Mayjen Rudy Supriyatna selaku Ketua Yayasan Pesantren Modern Darul Al Ulum (YPMDA) Kabupaten Asahan terkait dugaan kasus pemalsuan akte yang melibatkan Bupati Asahan, Taufan Gama. “Sudah kita periksa ketua yayasannya dengan status sebagai saksi,” katanya. (mri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *