Berbagai Jenis BBM Ludes di Sejumlah SPBU Kabupaten Aceh Tamiang

ACEH TAMIANG (bareskrim.com) | Dalam 3 hari terakhir ini masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang ‘dihantui’ krisis distribusi bahan bakar minyak (BBM).

logo bareskrim, logo bareskrimcom, logo online bareskrim, bareskrimAda 4 SPBU yang beroperasi di Jalan Lintas Medan – Banda Aceh untuk wilayah Kabupaten Aceh Tamiang dikabarkan habis total untuk jenis Premium, Pertalite bahkan Pertamax.

Sementara, solar yang biasanya selalu ada meskipun bahan bakar minyak lainnya tak ada stok, tapi kali ini jenis solar juga ikut tak ada stok di sejumlah SPBU. Seperti halnya di SPBU Desa Seunebuk Baru Kecamatan Manyak Payed terjadi kekosongan berbagai jenis BBM tersebut sudah terjadi selama 3 hari ini.

Dari pantauan awak media Berita Regulasi Sosial Kriminalitas (bareskrim.com) tampak para operator sedang duduk santai sambil bercanda. Saat dikonfirmasi, salah satu dari petugas SPBU ini mengatakan, stok belum masuk.

“Kami tidak tahu dimana sangkutnya, bahkan di SPBU ini semua jenis bahan bakar habis stok. Pertamax yang biasanya kurang jalan, tapi hari ini, (18/11/2016), ikut habis dibeli konsumen. Kami saat ini tak mempunyai stok jenis apapun. Mungkin sore atau setelah maghrib nanti baru masuk,” cetusnya.

Dari ke empat SPBU yang ditelusuri awak bareskrim.com hanya SPBU di Desa Terban Kecamatan Karang Baru yang masih tetap beroperasi. Itupun hanya menjual jenis Pertamax dan Pertamax Plus.

Akibat krisis minyak di SPBU ini, banyak kenderaan sengaja parkir di SPBU untuk menunggu mobil tangki datang mengisi stok bahan bakar di SPBU dan tidak sedikit masyarakat yang terpaksa mengisi bahan bakarnya secara eceran di pinggiran jalan.

“Kendati harganya jauh lebih mahal, tapi apa boleh buat, dari pada saya menyorong kenderaan saya,” celetuk Toni salah satu pengendara sepeda motor yang sedang mengisi bahan bakar premium eceran.

Menurut Toni, harga premium eceran Rp 8000/botol air meneral ukuran 1 liter lebih, sedangkan pertalite Rp 10.000/botol.

Awak bareskrim.com yang mencoba mengkonfirmasi ke pihak PT Pertamina (Persero) MOR I yang berada di Medan via whatapp hingga informasi ini diupdate belum memperoleh keterangan. (wdm/ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *