Guru Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Oleh: Mahadi Amed SPd

Terpujilah wahai Engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup, dalam sanubariku.
Semua baktimu akan kuukir, didalam hatiku
Sebagai prasasti terima kasihku untuk pengabdianmu
Engkau bagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan

mahadi-ahmedSosok Umar Bakri yang digambarkan oleh Sang Legendaris Iwan Fals adalah sebuah imaginasi yang merefleksikan guru, dengan tas hitam dari kulit buaya, sepeda kumbang, jujur dan pengabdian panjang.

Namun dibalik semua itu guru menciptakan insyinur, dokter, professor dan Menteri bikin otak orang seperti Habibie.

Guru adalah pelita dalam kegelapan yang mampu memberikan penerangan, perubahan dan sekaligus menjadi agen social bagi lingkungannya, kendatipun dirinya habis lulus, musnah bersama penerangan itu sendiri.

Ibarat lilin yang terbakar habis, mencair padam bersamaan dengan cahayanya, ia telah memberikan penerangan bagi lingkungannya. Cahaya yang padam itu hidup kembali dalam sanubari merambat melalui gelombang transversal dan longitudinal membentuk sinyal yang sangat kuat bersinergi melahirkan generasi yang berfikir tinggi.

Guru berperan aktif memberikan kontribusi terhadap kemajuan bangsa, tolak ukur maju tidaknya satu Negara, salah satunya pendidikan. Begitu beratnya tugas dan tanggung jawab yang diemban guru tapi mengapa gaji guru seperti dikebiri kata Iwan Fals.

Pemerintah tidak menutup mata menyahuti keluhan dan kesusahan guru dengan memberlakukan Undang undang No 14 tahun 2005, memberikan tunjangan Sertifikasi satu bulan gaji pokok, itu artinya guru dilindungi dan diberikan kesejahteraan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *