Komentar Ketua Koalisi Guru Bersatu Soal Ketidaktransparan Pengelolan Dana BOS

LANGSA (bareskrim.com) | Ketua Kobar GB (Koalisi Barisan Guru Bersatu) Kota Langsa, Rusli Sag menyesalkan terhadap pengelolaan dana (Bantuan Oprasional Sekolah) di SMA Negeri Langsa diduga dilakukan tidak secara transparan.

logo bareskrim, logo bareskrimcom, logo online bareskrim, bareskrim“Padahal sesuai peraturan Permendikbud nomor 16 tahun 2016, tetang petunjuk teknis terhadap penggunaan dan tersebut, apapun yang akan dilakukan oleh pihak sekolah terhadap penggunnan dana BOS tersebut harus terlebih dahulu dirapatkan dan disetujui oleh para dewan guru. Serta juga melibatkan pihak Komite Sekolah, sebagai perwakilan para wali murid,” ucap Rusli, salah seorang dewan guru di SMA Negeri 5 Langsa kepada awak media Berita Regulasi Sosial Kriminalitas (bareskrim.com), kemarin.

Ketika ditanyai terhadap adanya notulen rapat terkait penggunaan dana BOS, Rusli mengatakan, selama ini dirinya sebagai anggota dewan guru di SMAN 5 Langsa tidak pernah mendengar adanya aktifitas rapat di sekolah yang membahas masalah penggunaan dana BOS. “Jadi terus terang saya katakan tidak pernah tahu mengenai ada atau tidaknya notulen rapat di sekolah,” jelasnya.

Baca Juga >>> Tak Mampu Bayar Denda | Puluhan Siswa SMAN 4 Langsa ‘Dilarang’ Ikut Ujian

Sementara itu di tempat terpisah, Kasi Kurikulum Dikmen Dinas Pendidikan Langsa, Mahadi Ahmed SPd kepada awak media bareskrim.com, baru-baru ini, mengaku merasa prihatin dengan adanya kondisi yang terjadi saat ini.

“Kita selaku pihak Dikmen yang membawahi sekolah-sekolah ditingkat SMA selalu mengingatkan dalam menggunakan dana BOS tersebut harus dilakukan sesuai dengan prosedur dan petunjuk yang telah diatur oleh pihak Pemerintah Pusat,” ucapnya. (ema/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *