Martin Manurung Center Ukur Kaki Palsu bagi Penyandang Disabilitas Sekawasan Danau Toba

BALIGE (bareskrim.com) | Martin Manurung Center (MMC) melakukan pengukuran pembuatan kaki palsu bagi warga penyandang disabilitas sekawasan Dabau Toba, Senin (27/2/2017). Pengukuran kaki palsu tersebut berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Toba Samosir (Tobasa).

logo bareskrim, logo bareskrimcom, logo online bareskrim, bareskrimSedikitnya, 39 penyandang disabilitas dari empat kabupaten ikut dalam kegiatan pengukuran kaki palsu tersebut. Ke 39 orang tersebut merupakan warga berasal dari sekitaran Danau Toba meliputi Kabupaten Tobasa, Samosir, Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan.

Menurut Pendiri MMC, Martin Manurung mengatakan, kegiatan ini terselenggara atas kerjasama berbagai pihak, seperti MMC, Prananda Surya Paloh (PSP) Foundation, Kick Andy Foundation serta Dinas Sosial Pemerintah Kabupaten Tobasa. “Kegiatan ini dilakukan untuk saudara kita penyandang disabilitas yang butuh perhatian,” ujar Martin.

Tujuannya, lanjut Martin, agar para penyandang disabilitas yang minoritas kedepannya mendapat perhatian lebih. Dengan begitu mereka dapat membangkitkan semangat dan harapan mereka.

“Jika kita ingin Kabupaten Tobasa maju, isu kebijakan terhadap saudara penyandang disabilitas harus diutamakan,” terang Martin.

Sementara itu, Wakil Bupati Tobasa Hulman Sitorus yang hadir dalam kesempatan itu, sangat mengapresiasi kegiatan pengukuran untuk pembuatan kaki palsu tersebut.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Tobasa mengapresiasi kegiatan ini dan mengucapkan terimakasih kepada bapak Martin. Karena ini bermanfaat, banyak juga masyarakat Tobasa yang membutuhkan kaki palsu,” kata Hulman.

Ucapan terimakasih juga disampaikan oleh Parulian Napitupulu perwakilan dari penyandang disabilitas yang akan mendapatkan kaki palsu.

“Saya ucapkan banyak berterimakasih kepada pak Martin, Pemkab Tobasa, tim Kick Andy dan pihak lainnya yang memberikan bantuan kepada kami agar bisa berjalan seperti orang normal,” ucap Parulian.

Ia menambahkan, dengan adanya bantuan ini mereka bisa beraktivitas dan berkreasi kembali. “Jujur, meski kondiis saya begini, tapi tidak mau berpangku tangan dengan kondisi saat ini,” tandasnya.

Setelah pengukuran, cetakan untuk kaki palsu tersebut akan dibawa tim Kick Andy ke Jakarta untuk pembuatan kaki palsu. Proses pembuatan untuk kaki palsu akan memakan waktu sekitar satu bulan.

Sementara penyerahan kaki palsu akan dilakukan pada bulan Maret mendatang. Acara penyerahannya sekaligus acara peringatan ulang tahun Kabupaten Tobasa. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *