Pengusaha Material di Denai Main Gebuki Wartawan

MEDAN (bareskrim.com) | Wakil Pemimpin Redaksi (Wapemred) media online matatelinga.com, M Idris (27) warga Jalan Jermal XIV Kelurahan Denai Kecamatan Medan Denai mendapat perlakukan kasar hingga berujung dengan pemukulan yang dilakukan seorang pengusaha toko material, Sabtu (15/4/2017).

Penganiaya secara membabi buta itu berlangsung di Jalan Puri Kelurahan Kota Matsum IV, Kecamatan Medan Area.

Dengan luka di bagian bibir dan wajahnya, Pengurus Besar Aliansi Media Cyber Indonesia (AMCI) ini melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Medan Area. Namun anehnya, ketika di kantor polisi, seorang oknum polisi yang diduga orang suruhan B berupaya menangkap korban.

Kanit Reskrim Polsek Medan Area AKP Cahyadi yang kala itu berada di komando, mengusir oknum tersebut karena tidak memiliki dasar untuk menangkap korban.

Kepada awak media, Idris mengungkapkan, sebelum mendapat perlakukan kekerasan dari pelaku, ia mengendarai sepeda motor seorang diri berkunjung ke rumah temannya, Harry Hardian Wahidin (27) di Jalan Puri. Di teras rumah temannya itu, korban tengan asik ngobrol-ngobrol.

“Tiba-tiba B yang memiliki toko material sekaligus dijadikan rumah tinggal tepat di rumah depan rumah teman, langsung mengucapkan kata-kata kasar kepada saya. Namun saat itu, saya diam saja dan tak meresponnya,” ujar korban sembari menunjukkan tanda bukti laporan yang tertuang dalam No STTLP/434/K/IV/2017/SPKT Sektor Medan Area.

Tiba-tiba, sambung korban, pelaku menyambangi M Idris yang saat itu berada di teras rumah temannya itu. Pelaku kembali mengucapkan kata-kata kasar kepada korban. Korban tidak terpancing dengan perkataan B dan ia meminta pelaku untuk tenang sembari merangkulnya.

“Saat pelaku saya rangkul, B kembali merangkul saya sembari membawa saya ke depan rumahnya. Saya tak curiga saat itu. Tiba-tiba tubuh saya dihempaskan pelaku ke jalan dan kemudian saya dipukuli B secara membabi buta hingga bibir saya terluka dan berdarah, sedangkan wajah saya lebam,” terangnya.

Pelaku bukannya menyesali perbuatannya, justru menantang saya supaya melapor ke kantor polisi. Selanjutnya, pelaku meninggalkan lokasi bersama temannya ke Polsek Medan Area. Di perjalanan korban langsung menelepon ayahnya, Amrizal (49) yang juga wartawan.

“Setelah membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK), petugas memberikan surat pengantar untuk divisum ke RS Bhakti Medan. Usai divisum, saya kembali lagi ke Mako. Di depan Mako tiba-tiba seorang pria yang mengaku sebagai oknum polisi dari Polrestabes Medan berupaya menangkapku tanpa ada sebab. Kanit Reskrim AKP Cahyadi yang melihat hal itu langsung mengusir oknum polisi tersebut karena melakukan tindakan penangkapan tanpa ada prosedur yang jelas serta surat penangkapan,” ungkapnya sembari ia berharap supaya pelaku diprose secepatnya.

Sementara itu ayah korban, Amrizal yang juga Dewan Pengawas PB AMCI menyesalkan perbuatan pelaku terhadap anaknya itu. Dikatakan Amrizal, aksi penganiayaan terhadap wartawan sudah sering terjadi.

“Aksi penganiayaan terhadap wartawan sudah sering terjadi. Kali ini, korban penganiayaan menimpa anak saya. Diharapkan polisi memproses pelaku yang telah menganiaya anaknya tersebut. Selain itu saya menyesalkan sikap oknum polisi yang berupaya menangkap anak saya tanpa kesalahan. Jangan karena pelaku memiliki uang banyak, jadi semena-menanya mengatur aparat,” pungkasnya.

Kapolsek Medan Area Kompol M Arifin ketika dikonfirmasi lewat telepon selulernya menegaskan, jika bukti-bukti dan saksi sudah memenuhi, pelaku segera kita tangkap.

“Kita lengkapi dulu bukti-bukti dan saksi, kemudian pelaku segera kita tangkap guna mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegasnya.

Ketika ditanya apakah perbuatan oknum polisi yang hendak menangkap korban di depan Mako Polsek Medan Area tanpa sesuai prosedur, M Arifin menyatakan perbuatan oknum polisi tersebut sudah menyalahi.

“Apa dasarnya oknum polisi itu hendak menangkap korban. Kan harus ada laporan ke polisi, bukti-bukti dan disertai surat penangkapan untuk emangkap seseorang. Karena tidak sesuai prosedur, oknum polisi yang diduga orang suruhan B tadi langsung diusir Kanit Reskrim,” cetusnya. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *