Danramil 32/RTU: Perbedaan dapat Runtuhkan NKRI

ACEH TAMIANG (bareskrim.com) | Bicara tentang keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), banyak sekali terdapat hal-hal yang dapat merongrong terjadinya perpecah-belahan diantara penduduk Indonesia yang mempunyai keberagaman adat budaya bahasa dan agama yang berbeda.

“Kebhinneka Tunggal Ika-an yang ada di Indonesia merupakan kekuatan terbesar seluruh rakyat Indonesia, namun apabila hal tersebut tidak dapat dijaga dan dipertahankan bersama-sama maka perbedaan tersebut akan menjadi boomerang serta menjadi pemicu runtuhnya negara yang kita cintai dan bangga-banggakan ini,” ucap Danramil 32/Rantau Kapten Inf Alpani pada saat Komunikasi Sosial bersama Perangkat Desa, Organisasi PKK dan Tokoh masyarakat di Balai Desa Suka Rahmat kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (24/5/2017).

Dalam sosialisasinya yang dihadiri oleh sekitar puluhan masyarakat Desa Suka Rahmat tersebut, Kapten Inf Alpani juga membahas tentang Wawasan Kebangsaan (Wasbang) demi terjaganya persatuan dan kesatuan khususnya diwilayah binaannya Koramil 32/RTU dan sekitarnya.

Ada banyak hal yang saat ini menimbulkan kekhawatiran dan menjadi ancaman khususnya pada generasi muda yang nantinya pasti akan menjadi penerus bangsa ini.

Maraknya peredaran narkoba di kalangan remaja dan menyebarnya paham radikalisme yang akhir-akhir ini sudah dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan bagi para orangtua dan orang-orang yang dituakan dalam suatu gampong atau desa, agar selalu waspada dalam mendidik dan membimbing anak-anak maupun saudara atau kerabat keluarga supaya tidak terjerumus kedalam lembah hitam yang dapat merugikan dirinya sendiri, keluarga bahkan bangsa dan negara.

Salah satu upaya yang dapat kita lakukan sebelum semua ini terjadi dan semakin parah adalah dengan menggiatkan kembali Sistem Keamanan Keliling (Siskamling) di setiap desa.

Seluruh komponen masyarakat berperan dan terlibat langsung terhadap keamanan dan ketertiban di desa masing-masing dengan cara melakukan jaga secara bergantian dan bergiliran. “Apabila dalam pelaksanaanya nanyi terdapat hal-hal menonjol yang dapat mengancam kebhinnekatunggal ika-an kita, maka segera laporan ke Babinsa atau Babinkamtibnas di desa masing-masing,” tambahnya lagi.

Termasuk jika terdapat ajakan untuk bergabung dengan ajaran-ajaran sesat yang menyimpang dari Agama Islam, ajakan untuk memecah belah persatuan dan kesatuan Wilayah NKRI yang menyimpang dari Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, peredaran narkoba, perjudian dan hal-hal lain yang berpotensi melanggar hukum di negara ini. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *