Recovery Pembangunan di Aceh Tamiang Sangat Dibutuhkan

ACEH TAMIANG (bareskrim.com) | Pembangunan ekonomi sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan, yang menitikberatkan pada sumber daya alam dan manusia, dalam pembangunan yang berlandaskan pada fundamental utama, yaitu pembangunan ekonomi, pembangunan sosial, dan kelestarian perlindungan lingkungan.

“Pemerintahan Aceh Tamiang harus cepat tanggap terhadap recovery pembangunan karena mengingat Aceh Tamiang berada di pintu gerbang Provinsi Aceh, yang sangat mendasarnya adalah pertumbuhan pembangunan di Aceh Tamiang ini secara Grafik meningkat pesat. Namun yang perlu ditekankan adalah kinerja dari pada private sektor, artinya dimana peran LSM lokal, Pers dan Pemerintah dapat disinkronkan dalam bentuk kesamaan, kepahaman pada pembangunan Tamiang ini kedepannya,” pungkas Zulkarnain, Direktur Eksekutif Lembaga Bina Arsitektur Madani (LEBAM) disela-sela Kopi Darat bersama awak media, di salah satu Warkop Aceh di Kota Kualasimpang, (8/6/2017).

Zulkarnain menambahkan, disisi lain bahwa masyarakat pada hari ini membutuhkan konsep-konsep dan pelaksanaan pembangunan yang menitik beratkan pada pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang terperbarui serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Setelah pertemuan pada pembahasan investasi yang difasilitasi oleh Dinas Kantor Palayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu ( KP2TSP) Aceh Tamiang yang lalu, pemerintah sangat merespon. Cuma pada KP2TSP, menurut saya, perlu pengembangan-pengembangan lebih lanjut mengenai Investasi pada sektor-sektor perizinan yang membutuhkan kosultasi publik dan menggalang daripada multi stakeholder, untuk memahami recovery tentang pembangunan Aceh Tamiang ke depan, karena kuncinya adalah perizinan menjadi urat nadi utama terhadap pelaksananya Investasi yang ada di Kabupaten,” ucapnya.

Ke depan, KP2TSP perlu dukungan oleh sarana-sarana yang lebih kepada produktifitas kinerja, salah satu contoh lokakarya tentang investasi dan lokakarya tentang pembangunan, memang ini ranahnya di struktur Dinas Koperindag.

“Tapi menurut saya setidaknya investasi ini dapat bersinergi antara dinas-dinas terkait, karena menyangkut statistik pembangunan Tamiang sangat meningkat, namun pola tata ruang di Tamiang ini masih belum terlaksana secara interest aggregation,” lanjutnya

“Jadi, pendapat saya dari segi investor, pemerintah Tamiang harus sudah mempersiapkan portofolio, tentang apa-apa saja sih yang ada di Aceh Tamiang ini sebagai produk-produk lokal yang bisa mengait tentang investasi pariwisata, peternakan, pertanian atau investasi perkebunan, maka terkait semua ini harus digalang dengan cara menghadirkan pelaku-pelaku ekonomi” cetusnya.

Portofolio penawaran investasi bukan secara investor saja, melainkan pemerintah Tamiang harus bisa mengkaji apa-apa saja potensi yang ada di Aceh Tamiang ini kedepannya seperti Pariwisata, Peternakan, Pertanian dan perkebunan. “Nah, inilah yang ditawarkan agar dibuat kroscek untuk mencari investasi serta membuka peluang bagi pengusaha-pengusaha lokal atau luar daerah agar dapat terlibat langsung,” bebernya. (wdm/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *