Diduga Cemari Lingkungan | Puluhan Massa Serbu PT Gala Fila Mandiri

KUTACANE (bareskrim.com) | Kegiatan Penambangan Galian C serta pembakaran bahan batu pembuatan bahan pengaspal jalan di Desa Mbacang Racun Kecamatan Deleng Perkishon Aceh Tenggara (Agara), mendapatkan sorotan dari sejumlah kalangan pemerhati lingkungan.

Sekitar puluhan masyarakat dan pemuda yang tergabung dalam Forum Masyarakat Dan Pemuda Tanggap Lingkungan (FMPTL) melakuan aksi unjukrasa di depan PT Gala Fila Mandiri (GFM), Rabu (26/7/2017). Massa menuntut agar daerah minapolitan tidak boleh dicemari oleh limbah industri manapun.

Zonifar Anggara SE selaku Koordinator Aksi dalam orasinya mengatakan, aktifitas galian C yang dilakukan oleh PT GFM di daerah aliran Sungai Lawe Kisam telah mengakibatkan degrasi Daerah Aliran Sungai (DAS), sehingga banyak irigasi yang berada di hulu sungai ambruk dan tidak berfungsi lagi sebutnya

Lebih lanjut disampaikannya, seharusnya daerah ini tidak dibenarkan adanya perusahaan manapun untuk beroperasi dalam galian C, mengingat kawasan tersebut adalah kawasan minapolitan.

Selain menyisakan limbah yang berbahaya, PT GFM dituduh juga mengancam keselamatan warga yang berada di sekitar lokasi GFM. “Setiap hari daerah tersebut terkena polusi udara yang diduga beracun yang dikeluarkan oleh PT GFM,” ujarnya.

Sementara tanggapan Direktur PT GFM Issiki Handoko kepada para pendemo mengatakan, aspirasi dari masyarakat akan dipelajari lebih lanjut. “Berdirinya PT GFM ini didasari karena seringnya terjadi banjir di Desa Kandang Mbalang dan Desa Kutambaru,” ungkapnya.

Menanggapi aksi yang dilakukan oleh FMPL Sekretaris LSM Yayasan Alam Lestari (Yaslal), Jhon Kahadfi ST MT mengapresiasi apa yang dilakukan oleh rekan-rekan dari FMPL.

“Walaupun kita tahu PT GFM tersebut adalah milik orang nomor satu di Bumi Sepakat Segenep ini,” sebutnya. (ijal/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *