Sejarah Kerajaan Kesultanan Aceh Iskandar Muda Perlu Disosialisasikan

ACEH TENGGARA (bareskrim.com) | Wawasan kebangsaan adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Wawasan kebangsaan juga menentukan bagaimana cara mendayagunakan kondisi geografis, sejarah, sosial budaya, ekonomi, politik serta pertahanan keamanan dalam mencapai cita-cita Nasional.

Guna menanamkan serta meningkatkan pemahaman masyarakat tentang arti pentingnya wawasan kebangsaan, Letkol M Saragih selaku pemateri memberikan pembekalan tentang arti pentingnya wawasan kebangsaan kepada para warga masyarakat di 4 Desa di sekitar Benteng Tugu Kutarih yakni Desa Gumapang Jaya, Desa Kutarih, Desa Bambel, Desa Bambel Gabungan Kabupaten Aceh Tenggara (Agara).

Kegiatan bertempat di Warkop Kembar Saiman, Jumat (28/7/2017), turut dihadiri 4 Kepala Desa, Kepala Kesbang Linmas Kabupaten Aceh Tenggara Darma Putra, Kepala Bapebda Gayo Lues M Ridwan, tokoh agama serta beberapa elemen masyarakat

LetKol M Saragih mengungkapkan, negara Indonesia merupakan suatu negara besar yang terdiri dari ribuan kepulauan dengan beraneka ragam suku bangsa, adat istiadat, budaya dan agama serta bahasa.

Yang apabila tidak dipersatukan, maka akan menjadi sumber konflik yang tidak akan ada habisnya serta mengancam keutuhan NKRI. Sehingga setiap individu harus saling menghormati dan menghargai tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan.

”Konsep kebangsaan merupakan hal yang sangat mendasar bagi bangsa Indonesia. Dalam kenyataannya, konsep kebangsaan itu telah dijadikan dasar negara dan ideologi nasional yang terumus di dalam Pancasila sebagaimana terdapat dalam Alinea IV Pembukaan UUD 1945,” ungkapnya.

Benteng Kutarih merupakan symbol dari perjuangan bangsa Indonesia dimana banyak nyawa rakyat Indonesia menjadi korban pada saat melawan penjajahan dahulu, sudah semestinya benteng sejarah tersebut direhab.

“Dengan adanya Forum Diskusi Group ini, kita juga akan mensosialisakan bendera provinsi yakni Bendera Kerajaan Kesultanan Aceh Iskandar Muda yang tidak ada larangannya kalau dikibarkan,” sebutnya.

Dalam rangka menyambut HUT RI Ke 72, perwira TNI ini mengharapkan, warga desa ini bahu membahu dan bersama-sama untuk bergotong-royong dan membersihkan benteng Tugu Kutarih, disamping nantinya mensosialisasikan bendera lambang Kerajaan Iskandar Muda kepada masyarakat yang ada di Bumi Sepakat Segenap ini.

Secara terpisah Ketua Rehabilitasi Benteng Kutarih Yopi kepada awak media Berita Regulasi Sosial Kriminalitas (bareskrim.com), Jumat (28/7/2017), mengatakan, selain membersihakan Benteng Kutarih juga akan mengadakan Pawai Obor malam menyambut HUT RI ke 72 yang dimulai dari Benteng Kutarih dan berakhir di lapangan Jendral Ahmad Yani. (ijal/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *