Kasus Perampokan Mesin ATM di Sumut Terungkap | Dua Pelaku Lagi Masuk DPO

MEDAN (bareskrim.com) | Keberhasilan pengungkapan kasus perampokan spesialis mesin anjungan tunai mandiri (ATM) BRI Syariah Tebingtinggi dengan jumlah kerugian mencapai Rp 107.000.000 pada pertengahan Juni 2017, secara resmi dirilis pihak Subdit III Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut, Senin (4/9/2017).

Rilis kasus digelar di aula dan halaman depan gedung Ditreskrimum Polda Sumut. Dalam kasus ini, petugas meringkus sepuluh tersangka, empat di antaranya dilimpahkan ke Polda Sulsel, sementara dua tersangka lainnya masih DPO.

Mereka yang diamankan, yakni Tunggul H Sihombing, Zailani alias Metal, Rampudu Togatorop alias Tupang, Burhanuddin alias Regar Botak, Abdul Salas dan Darmawan alias Nang. Dua tersangka yang masuk daftar pencarian orang (DPO), yakni Tambunan alias TB dan Medi.

Dari para tersangka, petugas menyita sejumlah barang bukti, berupa 1 buah masker penutup mulut, 1 buah gembok warna putih, 1 buah brankas ATM warna putih merk Wincor Nixdrof, 1 buah CPU dan layar ATM, 1 unit mobil Toyota Kijang Innova, 1 buah linggis, 1 buah pahat, 1 unit sepeda motor Yamaha Mio, 10 gelundung alat untuk tambang emas, 1 unit mesin dong feng 16 PK, 3 unit mesin serumi, 1 unit dinamo 10 KW dan 1 unit gerenda.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Nurfallah didampingi Wadir Reskrimum, AKBP Maruli Siahaan dan Kasubdit III Jahtanras, AKBP Faisal Florentinus Napitupulu mengatakan, penangkapan terhadap komplotan ini berawal saat petugas menerima informasi kalau Tunggul Sihombing sedang berada di Pematangsiantar.

Selanjutnya, petugas berangkat ke Siantar dan mengamankan Tunggul Sihombing dari rumahnya. Dari keterangan Tunggul, pencurian dilakukan bersama 7 pelaku lainnya yang saat itu sedang berada di Batam, Sulawesi Barat dan Lubuk Linggau, Sumatera Selatan.

Kemudian tim dibagi, ada yang mengejar ke Batam dan satu tim mengejar ke Lubuk Linggau. “Dari hasil pengejaran, petugas berhasil menangkap Burhanuddin alias Regar Botak dari Sulawesi Selatan pada 20 Agustus. Kemudian pada 24 Agustus petugas menangkap Rampudu Togatorop di Batam dan pada 25 Agustus petugas menangkap Zainal alias Metal dari Kota Batam. Di hari yang sama pada 25 Agustus, tim meringkus Darmawan alias Nang dan Abdul Wakas alias Wakas di Lubuk Linggau, Sumsel,” ujar Nurfallah.

Kasubdit III Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Faisal Florentinus Napitupulu menambahkan, tersangka yang diamankan di Sulsel diringkus sewaktu berada di salah satu kamar di sebuah wisma di sana. Jadi hasil lidik mereka, kata Faisal, tersangka ini sesuai rencananya akan melakukan Curas di salah satu Koperasi di Kota Palopo itu pada malamnya.

“Selain mengamankan tersangka, tim gabungan secara otomatis menggagalkan rencana aksi tersangka yang memang komplotan pembobol ATM antarprovinsi,” jelas Faisal.

Faisal menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan ke beberapa kota lain yang diduga sempat menjadi lokasi beraksinya komplotan tersebut.

Selain itu, pihaknya juga masih mendalami keterlibatan tersangka lain maupun dugaan komplotan serupa lainnya dalam serangkaian aksi pembobolan ATM di beberapa Kota.(amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *