Harapan Ade Sandrawati Purba di Usia 43 Tahun

MEDAN (bareskrim.com) | Advokad muda Sumatera Utara (Sumut), Ade Sandrawati Purba SH MH telah berusia 43 tahun, (6/10/2017). Dalam rangka hari jadinya ini, Ade yang juga seorang pengusaha sukses ingin masyarakat Sumut sejahtera.

Ditemui di kediamannya di Kompleks Ambasador Medan, Ade terlihat bercengkrama akrab dengan para kolega, pegawai, rekan advokad bersama suami dan anak-anaknya merayakan ulang tahun. Terlihat ada kue ulang tahun dan beberapa kado di ruang tamu.

“Alhamdulillah, kehidupan saya menjadi baik. Saya sangat bersyukur dengan ulang tahun kali ini. Ini berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Saya amanahkan anak-anak, suami yang penyayang, diberikan rumah dan mobil. Cukup sudah. Saya juga berharap kerabat dan masyarakat Sumut secara luas menjadi semakin sejahtera,” ujarnya.

Caranya? Ade mengatakan bahwa pemerintahan Jokowi – JK telah meluncurkan beberapa program kerakyatan yang seharusnya dimanfaatkan secara baik oleh pemerintahan provinsi atau kabupaten/kota.

Jika informasi itu disampaikan secara utuh kepada masyarakat, lalu mereka diedukasi dengan baik, maka Ade yakin taraf hidup masyarakat akan meningkat pula.

“Pak Jokowi kan punya banyak program berbasis ekonomi kerakyatan. Jika dioptimalkan, termasuk disosialisasikan, dikomunikasikan dengan baik, tanpa dipersulit, maka masyarakat akan semakin mudah mengakses hak mereka. Lalu mereka dipandu, maka jadinya mereka akan semakin pintar dan cerdas yang akan berdampak pada taraf kehidupan mereka kelak,” ujarnya.

Ade kemudian mengingat kembali perjalanan hidupnya yang dulu cukup sulit. Bahkan, Ade pernah menjadi buruh di salah satu pabrik karet di kawasan Patumbak. Saat itu, Ade harus membawa bekal makanan dari rumah dan makan bersama buruh lainnya di lingkungan pabrik karet.

“Sekarang ‘kan bisa makan di warung dan restoran. Tapi kalau mengingat masa-masa dulu, rasanya mau nangis. Kebayang ‘kan makan siang dengan bau pabrik? Tapi itu tetap saya syukuri sebagai bagian dari perjalanan hidup,” ujarnya tersenyum.

Sadar dengan kondisi itu, Ade kemudian meningkatkan kemampuan diri dengan melakukan berbagai upaya sehingga lambat laun kehidupannya berubah. Lantas apa kunci yang membawa perubahan besar dalam hidup seorang Ade Sandrawati Purba SH MH? Dengan senyum sederhana, Ade mengatakan bahwa hidup harus bermanfaat untuk orang lain. Karena Tuhan akan membalas segala kebaikan itu dengan cara-Nya.

“Iya, itu prinsip hidup saya. Bahwa hidup ini bukan kita saja, tapi ada orang-orang di sekeliling kita yang tak bisa kita abaikan. Tuhan memberi kita amanah untuk hidup, bukan untuk kita saja. Jadi, sebagai manusia kita harus bermanfaat untuk orang lain. Tuhan tidak tidur, makanya pasti akan ada imbalan kebaikan yang kita lakukan,” ujarnya.

Sebagai wujud rasa syukur, Ade kemudian mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Sejak lama Ade menjadi fonder bagi beberapa panti asuhan berbeda. Maka tak heran jika Ade punya banyak sekali anak asuh yang sudah dianggap seperti keluarganya sendiri.

Selain itu, Ade juga banyak memberikan beasiswa untuk anak-anak yang berprestasi namun bermasalah dengan keuangan atau pembiayaan pendidikan. Begitu juga kepedulian dalam bentuk lain yang ia berikan pada buruh, petani dan nelayan. “Itu kewajiban saya, tidak usah dibesar-besarkan,” katanya.

Ketika ditanya tentang progres pencalonan dirinya dalam kontestasi politik di bursa Pilgubsu 2018, Ade mengaku tetap menjaga komunikasi dengan beberapa partai politik. Bahkan, dia menyebut komunikasi itu cukup intens. Tapi Ade tidak menyebut bentuk komunikasi dan parpol yang sedang dilobi.

“Sekarang tinggal doa dan dukungan dari masyarakat Sumut saja. Kalau komunikasi tetap saya jalin. Mudah-mudahan akan ada titik terang yang baik untuk semua,” pungkasnya. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *