Asosiasi Datok Penghulu se-Kecamatan Bandar Pusaka Suarakan Kerusakan Jalan

ACEH TAMIANG (bareskrim.com) | Asosiasi Datok Penghulu se-Kecamatan Bandar Pusaka hendak menyampaikan keluhan sekaligus protes atas kondisi jalan di wilayah Bandar Pusaka yang rusak parah dan hampir tidak bisa dilewati terutama pada saat musim penghujan.

Jalan yang rusak itu berada dari Simpang Kompi Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang sampai Gampong Simpang Jernih, Kecamatan Simpang Jernih Aceh Timur sepanjang 41 kilo meter, terutama ruas jalan sepanjang 16 kilo meter yang melintas di delapan kampung yakni Kampung Serba, Sunting, Rantau Bintang, Babo, Pantai Cempa, Pengidam, Bengkelang hingga Batu Bedulang (semuanya masuk wilayah Kabupaten Aceh Tamiang).

Status jalan dengan kode ruas jalan P036 tersebut merupakan jalan propinsi yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Gubernur Aceh Nomor 620/1243/2015 tanggal 29 Oktober 2015 yang ditandatangani oleh Gubernur Aceh Zaini Abdullah.

Namun demikian, sejak ditetapkan hingga sekarang, jalan tersebut tidak pernah dilakukan perawatan oleh pemerintah propinsi Aceh. Padahal kondisi jalan tersebut sudah rusak parah dan nyaris tidak bisa dilewati kendaraan baik roda dua maupun roda empat terutama pada saat musim penghujan.

Menyikapi situasi tersebut, Asosiasi Datok Penghulu se-Kecamatan Bandar Pusaka menyatakan jalan tersebut merupakan jalur transportasi utama masyarakat di 3 kecamatan, yakni Kecamatan Sekerak, Bandar Pusaka Aceh Tamiang dan Kecamatan Simpang Jernih Aceh Timur. Lebih dari 500 orang tiap hari memanfaatkan jalan tersebut untuk keperluan bekerja, berdagang dan sekolah.

Kerusakan jalan tersebut berakibat pada gangguan serius terkait dengan kegiatan interaksi social, pendidikan, penegakan hukum, transaksi ekonomi, termasuk gangguan akses kesehatan.

Sementara, pada saat musim penghujan seperti sekarang, setiap hari dipastikan minimal terjadi 10-15 kali kecelakaan akibat tergelincir dari kendaraan karena kondisi jalan yang licin dan berlobang.

Pada saat tertentu kerusakan jalan tersebut juga berdampak pada terhentinya proses belajar-mengajar di beberapa sekolah dan juga mandegnya transaksi ekonomi di masyarakat.

Sedangkan, pada saat musim penghujan seperti saat ini, total kerugian masyarakat mencapai 15 juta per hari (hitungan kerugian material dan non-material yang diderita masyarakat di tiga kecamatan).

Oleh karena situasi tersebut, Asosiasi Datok Penghulu se-Kecamatan Bandar Pusaka meminta kepada Pemerintah Propinsi Aceh agar segera memperbaiki jalan tersebut demi kesejahteraan masyarakat.

Kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang untuk melakukan perbaikan tambal-sulam menggunakan dana tanggap darurat untuk mengurangi insiden kecelakaan dan sekaligus sebagai bentuk kepedulian pemerintah kabupaten terhadap masyarakat Aceh Tamiang.

“Jika kedua permintaan tersebut tidak dipenuhi, maka Asosiasi Datok Penghulu se-Kecamatan Bandar Pusaka akan menginstruksikan kepada seluruh masyarakat pengguna jalan tersebut untuk berhenti membayar pajak mulai tahun 2018,” jelas Sekretaris asosiasi Datok Penghulu Kecamatan Bandar Pusaka, Paimin dalam siaran persnya. (wdm/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *