Mengolah Sampah Menjadi Pundi-pundi Emas

MEDAN (bareskrim.com) | Sampah identik dengan bau, kotor hingga sumber penyakit. Namun dibalik itu, jika sampah dikelola dengan baik bakal memiliki manfaat lain untuk sumber tambahan pendapatan.

Demikian Kepala UPT Pengelolaan Sampah Sumatera Utara DR Indra Utama SE MSi didampingi Kasi Pengangkutan dan Pengumpulan Sampah Hendro DP Sibagariang SST pada saat pelaksanaan Sosialisasi Tabungan Emas, 25 Oktober 2017.

Di tengah perkembangan zaman, barang-barang bekas yang sudah jadi sampah kini dapat dikelola menjadi sumber tambahan. Dan bahkan, kini banyak bermunculan yang namanya Bank Sampah, sejenis perusahaan yang menampung segala jenis sampah.

Sampah-sampah yang dikumpulkan, disortir kembali untuk dijual kepada penampung. Hasil pendapatannya disimpan di Bank Sampah untuk disimpan menjadi tabungan sembako, kesehatan maupun tabungan uang.

Di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kehadiran Bank Sampah dikoordinir Dinas Lingkungan Hidup melalui UPT Pengelola Bank Sampah. Dan baru-baru ini mengumpulkan sejumlah Direktur Bank Sampah untuk diedukasi.

PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan melirik peluang besar ini, untuk menggandeng para pengelola Bank Sampah menjadi mitra kerja.

Melalui sosialisasi Tabungan Emas, PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan masuk dikegiatan UPT Bank Sampah yang dinahkodai DR Indra.

Deputi Bisnis Area Medan II PT Pegadaian (Persero) Kanwil I Medan, Jansen Siahaan mencoba ‘menghipnostis’ ratusan pengelola Bank Sampah untuk dijadikan nasabah Tabungan Emas.

Menurut Jansen, sampah-sampah yang ‘tersimpan’ dapat ditukarkan pundi-pundi emas. “Olahan sampah dari rumah tangga masyarakat yang ditampung Bank Sampah bukan hanya dapat dijadikan simpanan uang, tapi bisa ditukarkan menjadi pundi-pundi gram emas, yang memiliki nilai lebih dan juga dapat diinvestasikan dalam jangka waktu yang lama,” bebernya kepada awak media saat dijumpai, Selasa (30/10/2017).

Jansen menambahkan, tawaran itu disambut hangat oleh pengelola Bank Sampah. “Dalam waktu dekat ini, kita akan MoU-kan skema kerjasamanya, agar program ini dapat terlaksana di wilayah Sumut,” cetusnya.

Jansen menyebutkan, program kerjasama antara Bank Sampah dengan Pegadaian sudah berjalan di Kalimantan dan Makassar. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *