Waduh!!! Tanah Masjid Taqwa ‘Diutak-Atik’ Umat

MEDAN (bareskrim.com) | Kasus pencaplokan tanah Masjid Taqwa Jalan Masjid d/h Jalan Polonia Gang A Kelurahan Polonia Kecamatan Medan Polonia menguap ke publik. Bahkan, sekarang menjadi sorotan publik dan perhatian sejumlah tokoh ulama.

Pasalnya, ada sekitar 63 orang Umat Islam dan warga Kelurahan Polonia melalui perwakilannya, Arief Darmodjo telah melaporkan Burhanuddin Abdullah dan dr Irvan, yang diduga membuat dan menempatkan keterangan palsu ke dalam Akta Autentik.

Berdasarkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) No STTLP/468/VII/2017/SPKT ‘I tertanggal 17 Juli 2017, Arief Darmodjo (Terlapor) selaku mewakili Umat Islam dan masyarakat, melaporkan tindak pidana yang diduga dilakukan Burhanuddin Abdullah dan dr Irvan (Terlapor), karena mengklaim lahan Mesjid Taqwa Jalan Polonia Gang A, dimana keduanya mengaku sebagai Pewakif dan penerima Wakaf, tanpa ada memiliki Alas Hak Tanah Mesjid Taqwa, tapi justru diklaim menjadi Hak Milik pewakif.

Dalam gelar perkara di Polda Sumut, juga terungkap bahwa Burhanuddin Abdullah dan dr Irvan tidak mampu menunjukkan bukti-bukti alas hak atas lahan yang diatasnya berdiri Mesjid Taqwa Polonia Gang A dan juga berdirinya satu Yayasan di area lingkungan Masjid Taqwa.

Dalam kasus lahan Masjid Taqwa, Umat Islam dan masyarakat Kelurahan Polonia yang tahu asal usul tanah tersebut pernah bertanya dan meminta bukti-bukti kepemilikan lahan, termasuk sertifikat tanah yang diterbitkan BPN. Namun, sampai sekarang tidak pernah diberikan kejelasan bukti dan fakta oleh Burhanuddin Abdullah dan dr Irvan, yang telah mengklaim dirinya sebagai pewakif dan penerima wakaf.

“Pancaplokan tanah masjid tidak hanya menyalahi hukum, tapi juga melecehkan Umat Islam. Masjid adalah kehormatan bagi umat Islam,” kata Arief Darmodjo, didampingi beberapa warga lainnya, diantaranya Fakhruddin (Kocu), Godek, Rudi dan Ishaq, saat ditemui wartawan, Senin (13/11/2017).

Disebutkan Arief, tanah Mesjid Taqwa yang diperkarakan tersebut terletak di Jalan Mesjid d/h Jalan Polonia Gang A Lingkungan I Kelurahan Polonia, lokasinya ada di belakang gedung Hermes Palace. “Kami telah menemukan adanya dugaan keterangan palsu dalam Akte Ikrar Wakaf, buktinya Pewakif dan penerima Wakaf tidak bisa menunjukkan Alas Hak Tanah yang diklaim milik Burhanuddin Abdullah.

“Berdasarkan temuan dan keterangan dari berbagai pihak, kami membuat laporan ke Polda Sumut, dan hingga saat ini, kasus tanah Mesjid Taqwa Polonia Gang A ini, masih dalam proses penyelidikan pihak Kepolisian,” ungkapnya.

Sementara itu, Fakhruddin akrab disapa Kocu menuturkan, masyarakat bersama Umat Islam warga Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, menginformasikan adanya temuan “Akte Ikrar Wakaf palsu yang digunakan oleh orang perorang untuk kepentingan pribadi dengan menguasai lahan yang diatasnya berdiri Mesjid Taqwa Jalan Polonia Gang A, Kel Polonia, Kec. Medan Polonia, Kota Medan.

Kepalsuan dan atau kebohongan itu terbongkar, dengan bukti kuat bahwa Alas Hak Tanah dan atau kepemilikan atas tanah seluas lebih kurang 1,814 M2 itu, Fiktif alias tidak ada. “Bahwa Burhanuddin Abdullah (pakcik dari dr Irvan) selaku Pewakif, sama sekali TIDAK MEMILIKI Alas Hak Tanah yang di wakafkan kepada penerima wakaf dr Irvan (keponakan dari Burhanuddin Abdullah) seluas lebih kurang 1,814 M2 tersebut,” ungkapnya.

“Masih banyak lagi kepalsuan dan kebohongan dalam kasus ini, yang akan kita bongkar atau ungkap satu persatu.. Saya berharap, semoga pihak penyidik Dirreskrimum Polda Sumut mengusut tuntas kasus tindak pidana pemalsuan ini, dan menyeret pelakunya ke pengadilan untuk diadili sesuai hukuman yang berlaku.

Untuk diketahui, kata Kocu, sebagai informasi kepada khalayak ramai, khususnya Persyarikatan Muhammadiyah, bahwa keberadaan Mesjid Taqwa Polonia Gang A ini, bukan merupakan aset persyarikatan Muhammadiyah. “Ini hanya kebetulan memiliki kesamaan nama saja, Mesjid Taqwa Polonia Gang A ini tidak terdaftar sebagai aset persyarikatan Muhammadiyah,” paparnya. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *