Asian Agri Antarkan Petani Swadaya Desa Perlabian Raih Bantuan Peremajaan Sawit

SERGAI (bareskrim.com) | Petani Swadaya yang tergabung dalam Koperasi Anugerah Jaya Mandiri Sejahtera Desa Perlabian Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhan batu Selatan (Labusel) sangat senang bisa bermitra dari Asian Agri.

Berkat pembinaan yang dilakukan Asian Agri, petani sawit rakyat bisa memperoleh Bantuan Pengelola Dana Peremajaan Kelapa Sawit (BPDPKS) dari pemerintah, untuk peremajaan atau replanting.

“Usia kebun sawit rakyat Desa Perlabian sudah memasuki masa peremajaan. Rata-rata hampir berusia lebih dari 30 tahun. Peremajaan (replanting) sudah sangat mendesak untuk dilakukan. Untungnya, ada Asian Agri yang merangkul petani sawit rakyat di Koperasi Anugerah Jaya Mandiri Sejahtera. Asian Agri sebagai ‘offtaker’ atau pembina, sangat berperan membantu petani dalam memperoleh BPDPKS dari pemerintah,” kata Akmad Rizaldi Syah selaku Koperasi Anugerah Jaya Mandiri Sejahtera Desa Perlabian, 27 November 2017 di sela – sela acara peremajaan sawit rakyat di Dolok Masihul – Serdang Bedagai.

Menurut Rizal, sapaan akrabnya, bantuan peremajaan ini baru pertama kali diperoleh petani swadaya yang tergabung di Koperasi Anugerah Jaya Mandiri Sejahtera Desa Perlabian. Dana BPDPKS yang digelontorkan pemerintah sebesar Rp 25 juta/hektar.

“Dana BPDPKS yang diberikan secara hibah ini sangat menolong petani dalam melanjutkan peremajaan sawit. Di Koperasi Anugerah Jaya Mandiri Sejahtera Desa Perlabian ada sekitar 79 Kepala Keluarga dengan luasan 157 hektar yang akan melakukan replanting awal tahun 2018,” jelasnya.

Diperoleh BPDPKS tersebut, katanya, tak terlepas dari usaha Asian Agri sebagai ‘offtaker’ yang selalu mendampingi petani swadaya, memberikan penyuluhan dan pelatihan dalam kepengelolaan kebun sawit yang berstandar.

Rizal mengaku sangat bersyukur bisa menjadi bagian kemitraan Asian Agri. “Kami (petani) merasa sangat tertolong setelah hadirnya Asian Agri. Sejak bermitra pada tahun 2016, kualitas dan produktivitas kebun sawit petani mengalami peningkatan yang cukup signifikan,” ucapnya.

Rizal membeberkan peran Asian Agri kepada petani swadaya. Adalah pemberian informasi perawatan sawit yang berstandar, penerimaan TBS milik petani, menyalurkan pupuk berkwalitas yang juga dipakai Asian Agri sehingga membantu mendorong produktivas sawit, termasuk dalam masa peremajaan ini Asian Agri akan menyalurkan bibit terbaiknya, Topaz.

“Sangat banyak peran Asian Agri. Dan pada masa replanting ini, Asian Agri juga akan membantu petani swadaya dalam meminjam dana ke perbankan,” ujarnya.

Bantuan pemerintah sebesar Rp 25 juta / hektar untuk peremajaan sawit belum lah cukup seluruhnya. “Diperkirakan dalam mengelola satu hektar kebun sawit dibutuhkan sedikitnya dana Rp 35 juta. Sisa kekurangannya, petani akan melakukan pinjaman ke bank. Sebagai ‘offtaker’, Asian Agri akan menjadi pendamping petani swadaya, yang melakukan pinjaman ke bank,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Desa Perlabian Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Irhamsyah Lubis mengaku sangat berterimakasih kepada Asian Agri yang sudah banyak membantu petani sawit rakyat Desa Perlabian khususnya penerimaan bantuan peremajaan yang diberikan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sejak Asian Agri hadir di Desa Perlabian, membawa ‘angin segar’ bagi masyarakat petani sawit. Mayoritas penduduk Desa Perlabian adalah petani kelapa sawit yang notabene masih bertanam sawit secara tradisional dengan penggunaan bibit sembarangan.

“Selama ini, masyarakat belum mengetahui cara pengelolaan kelapa sawit yang baik dan benar. Hadirnya Asian Agri dengan memfasilitasi pelatihan budidaya sawit, telah membawa perubahan dalam pola pikir petani. Hasilnya, produktivitas TBS sawit milik petani meningkat drastis,” ujarnya.

Bahkan Asian Agri membuka ‘pintu’ kepada masyarakat untuk ikut menjadi Petani Swadaya. “Respon itu langsung ditanggapi oleh masyarakat. Sebagai awal wujudnya, membentuk koperasi petani swadaya di Desa Perlabian. Alhamdulillah, kini petani swadaya yang tergabung dalam Koperasi Anugerah Jaya Mandiri Sejahtera memperoleh bantuan BPDPKS, itu semua berkat kemitraan dengan Asian Agri,” ungkapnya.

Irhamsyah Lubis menambahkan, sejak teralisasikan program petani swadaya, hasil produksi TBS sawit milik masyarakat melonjak. Kurang dari setahun, hasil kebun mereka sebelumnya hanya 60 ton, kini bertambah menjadi 300 ton. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *