Aceh Tamiang | 30 Terdakwa Uqubat Dihukum Cambuk

ACEH TAMIANG (bareskrim.com) | Sebanyak 30 orang terdakwa Uqubat dieksekusi hukuman cambuk di depan umum, atas putusan inkrah Pengadilan Mahkamah Syariah Kabupaten Aceh Tamiang.

Terdakwa terbukti melakukan pelanggaran hukum Jinayat No 06 tahun 2014 Qanun Aceh, pelanggaran pada pasal 16,18, 19 dan pasal 20 tentang Maisir (judi).

Pelaksanaan uqubat jinayat terhadap 30 orang terdakwa hukuman cambuk dengan bervariasi jumlah cambukan, diantaranya paling ringan sebanyak 7 kali dan paling berat hukuman 27 kali cambukan di punggung.

Eksekusi dilaksanakan di halaman parkir depan Islamic Center Kabupaten Aceh Tamiang, serta disaksikan oleh para pejabat setempat dan masyarakat Aceh Tamiang, Rabu (6/12/2017).

Salah seorang terdakwa yang tidak bersedia disebutkan identitasnya kepada awak media Berita Regulasi Sosial Kriminalitas (bareskrim.com) mengaku, ikhlas atas hukuman cambuk yang telah dijatuhi oleh pengadilan.

“Kami hanya meminta agar hukum benar – benar adil ditegakkan kepada siapa saja, tidak pandang bulu atau kebal dari hukum, jangan hanya dirasa cenderung tajam dan runcing ke bawah namun tumpul ke atas,” harapnya.

Sementara itu, Kadis Syariat Islam Kabupaten Aceh Tamiang, Saiful Umar SAg mengatakan, pelaksanaan hukuman cambuk kali ini ini adalah terakhir pada triwulan keempat eksekusi uqubat tahun 2017.

Masih menurutnya, pada tahun lalu sekitar 102 orang terdakwa yang menjalani hukuman dan pada tahun 2017 ini sebanyak 82 orang terdakwa dalam berbagai pelanggaran Qanun Aceh.

Dinas Syariat Islam bersama Satpol-PP dan WH sering melakukan sosialisasi tentang isi Qanun No 6 tahun 2014 dan pelanggaran Qanun – aanun lainnya. “Siapa saja pelanggaran hukum jinayat tetap dihukum dan jangan ada tebang pilih, cuma pada hari ini yang memegang kendali tentang masalah hukum ini tidak hanya satu instansi saja, didalamnya ada polisi, Kejaksaan Negeri, Satpol-PP dan WH, tokoh adat, tokoh masyarakat dan orang – orang tertentu lainnya, sementara tugas Syariat Islam hanya menjembatani hasil keputusan yang telah inkrah oleh Mahkamah Syariah,” terang Saiful Umar. (gilang/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *