AKBP Teguh Yusuardhie: Pangkat Hanyalah Amanah

MEDAN (bareskrim.com) | Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Teguh Yusuardhie SIK yang sebelumnya menjabat Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadirreskrimum) Polda Jawa Timur yang dikenal tegas dalam melaksanakan setiap tugas yang diamanahkan padanya.

Kini, ia resmi menjabat sebagai Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sumut, setelah dilantik oleh Kapolda Sumatera Utara Irjen Paulus Waterpauw pada upacara serah terima jabatan di Aula Tribrata Mapolda Sumut, (16/12/17).

AKBP Teguh Yusuardhie SIK yang juga mantan orang nomor satu di Polres Labuhan Batu, juga pernah menjabat sebagi Kasubdit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut, dikenal ramah dan bersahabat serta taat dalam melaksanakan ibadah.

Sementara di sela-sela serah terima jabatan pejabat utama dan Kapolres/Tabes jajaran Polda Sumatera Utara, di Aula Tribrata Mapolda Sumut
terbetik kabar bahwa Kepala SPN Polda Sumut AKBP Teguh Yusuardhie SIK dalam waktu dekat ini akan naik pangkat setingkat dari dua melati emas (AKBP) menjadi tiga melati emas (Kombes).

Ketika kabar tersebut coba ditanyakan langsung pada yang bersangkutan, Teguh dengan senyum khasnya menjawab, doakan ya. “Insha Allah panjang umur dan sehat pada Januari ini saya akan naik pangkat menjadi Kombes,” katanya.

Dengan rendah hati sembari tersenyum, ia menuturkan bahwa pangkat, jabatan dan kedudukan hanyalah ujian. Dan Satu lagi ujian yang Allah SWT sering berikan dan membuat kita terlena, yaitu jabatan atau kedudukan.

“Karena jabatan seseorang bisa berubah 180 derajat, tak hanya dari penampilan tetapi juga bisa mengubah sikap dan perilaku seseorang,” ungkapnya.

Dikatakannya, dengan jabatan seseorang bisa mendapatkan kehormatan dimana saja dan disegani oleh banyak orang. Namun ketahuilah bahwa jabatan dan kedudukan sesungguhnya hanyalah ujian semata yang Allah SWTberikan kepada kita.

“Apakah dengan jabatan dan kedudukan yang diamanahkan kepada kita dapat membuat kita bisa menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat bagi banyak orang, ataukah malah sebaliknya,” ucapnya.

Menurutnya, kalau kita tidak menyadari pangkat, jabatan dan kedudukan yang kita peroleh, dapat mengubah kita menjadi manusia yang sombong dan suka semena-mena terhadap mereka yang lebih rendah.

Yang terpenting dalam mengemban jabatan harus patuh dengan aturan yang diberikan pimpinan dan kita juga harus takut tidak dapat menjalankan amanah.
Artinya takutlah tidak amanah dalam mengemban jabatan, takutlah berbuat tak adil saat memikul jabatan.

“Ya mohon doanya semoga saya bisa memanfaatkan pangkat maupun jabatan yang singkat ini untuk orang banyak sehingga tidak menyesalinya kelak pada hari-hari yang telah berlalu nanti,” pungkasnya. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *