Asian Agri Resmikan Sekolah Sawit Lestari Pertama di Sumut

LABUSEL (bareskrim.com) | Untuk pertama kali di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Program Sekolah Sawit Lestari yang digagas Asian Agri diresmikan. Sekolah yang ‘beruntung’ adalah SMK Negeri 1 Silangkitang Desa Sukadame Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel).

Program Sekolah Sawit Lestari yang disingkat SSL itu, diresmikan Wakil Bupati Labuhanbatu Selatan, Kholil Jupri Harahap bersama Head Sustainability Operation dan CSR Asian Agri, Welly Pardede, Rabu (20/12/2017).

Turut hadir Head Kemitraan Asian Agri, Pangarepan Gurusinga, Camat Silangkitang Syaiful R Pulungan, jajaran SKPD Kecamatan Silangkitang, Manager PT Supra Matra Abadi, Kades Sukadame Sukerman, perangkat desa, Koordinator CSR Sumut Fajar Suryono, Humas Asian Agri Lidya Veronika Ginting, Kepala SMKN 1 Silangkitang Dra Hesti Ermawan, tokoh masyarakat, pemuda dan puluhan pelajar SMKN 1 Silangkitang.

Sekolah Sawit Lestari merupakan inisiatif untuk mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit nasional, melalui berbagi ilmu dan pengetahuan kepada siswa mengenai kelapa sawit.

“Sekolah Sawit Lestari adalah salah satu program tanggung jawab sosial Asian Agri di bidang pendidikan yang bekerjasama dengan lembaga-lembaga pendidikan formal di jenjang SD, SMP, SMA serta pemerintah daerah di sekitar perkebunan sawit perusahaan, melalui pemberian muatan lokal kepada para siswa seputar pengelolaan kelapa sawit berkelanjutan,” kata Head Head Sustainability Operation dan CSR Asian Agri, Welly Pardede.

Welly menyebutkan, Sekolah Sawit Lestari pertama diresmikan di Jambi, bekerjasama dengan SMAN 11
Batanghari, SMPN 29 Terusan dan SDN 28 Terusan pada Oktober 2016 Ialu.

Di tahun ini, Asian Agri akan meresmikan Sekolah Sawit Lestari ke 4 dan ke 5 bekerjasama dengan SMKN 1 Pangkalan Kerinci, Riau dan SMKN 1 Silangkitang di Sumatra Utara. “Untuk pertama kalinya di Provinsi Sumut, Sekolah Sawit Lestari diresmikan Asian Agri adalah SMKN 1 Silangkitang. Dan juga yang kelima di Pulau Sumatera tepatnya berada di operasional perusahaan, yakni Sumut, Riau dan Jambi,” bebernya.

Menurutnya, selain program pembelajaran, Sekolah Sawit Lestari turut memanfaatkan lahan pasif di
sekitar Iingkungan sekolah untuk ditanami kelapa sawit, dimana pengelolaan akan diserahkan kepada pihak sekolah dengan didampingi oleh tim Asian Agri, hasilnya dimanfaatkan untuk kebutuhan sekolah.

Program berlangsung selama 3 tahun, yaitu masa dimana perkebunan kelapa sawit yang memanfaatkan lahan tidur di sekitar sekolah berubah dari masa Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) menjadi Tanaman Menghasilkan (TM).

Asian Agri, tambah Welly, dalam pelaksanaan program Sekolah Sawit Lestari ini, mengerahkan SDM terbaik untuk berbagi ilmu dan pengetahuan kepada para siswa dan warga sekolah lainnya dalam bentuk pendampingan.

Selain itu, penyediaan dan penanaman Bibit Topaz untuk memanfaatkan Iahan tidur di sekitar halaman sekolah; penyediaan akses pupuk pada tahap awal tanam kelapa sawit; dan kebutuhan lainnya yang ditujukan untuk keberlangsungan pengelolaan kelapa sawit.

Asian Agri berharap, keberadaan Sekolah Sawit Lestari memberikan kesempatan khususnya bagi anak-anak muda untuk memperoleh pengetahuan dan mengasah kemampuan mengenai berkebun kelapa sawit, baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun Iangsung berkarir di dunia kelapa sawit.

Wakil Bupati Labusel, Kholil Jupri Harahap memberi apresiasi atas perhatian PT Supra Matra Abadi (SMA) unit bisnisnya Asian Agri yang tetap komitmen mensejahterakan masyarakat di bidang pendidikan.

“Semoga program CSR Asian Agri dapat diikuti dan ditiru oleh perusahaan lain sebagai wujud tanggungjawab kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dia menjelaskan, program ini juga mengabungkan kegiatan pendidikan dan pemberdayaan potensi sekolah untuk menopang kemandirian sekolah secara finansial.

Selain itu, membuka wawasan dan meningkatkan semangat generasi muda untuk bekerja pada industri kelapa sawit yang visioner dan berdimensi masa depan, mengingat kelapa sawit merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Dia berharap, program CSR ini tidak hanya di bidang pendidikan namun, kerjasama di bidang kesehatan dan percepatan pembangunan infratrusktur.

Kholil dalam kesempatan itu mengintruksikan jajaran SKPD, untuk dapat mendukung program Sekolah Sawit Lestari yang dicanangkan Asian Agri, agar terlaksana dan berjalan dengan baik, sehingga masyarakat merasakan manfaat positif atas keberadaan Asian Agri.

Sebelumnya, Camat Silangkitang Syaiful R Pulungan mengucapkan terimakasih atas perhatian Asian Agri melalui unit bisnisnya PT Supra Matra Abadi Kebun Aek Nabara, yang tak henti-hentinya mencurahkan perhatian kepada masyarakat Silangkitang.

“Melalui program CSR yang digulirkan, keberadaan Asian Agri sangat dirasakan masyarakat. Tak hanya di bidang pendidikan, CSR Asian Agri juga dirasakan pada bidang kesehatan, percepatan infrastruktur dan lingkungan,” ujarnya.

Kepala SMKN 1 Silangkitang, Dra Hesti Ermawan melaporkan, luas areal sekolah berjumlah lebih kurang 3 hektar. “Saat ini, jumlah siswa yang ada sebanyak 163 orang dengan tenaga guru 23 orang, diantaranya 3 orang PNS dan sisanya guru honorer,” bebernya.

Hadirnya program Sekolah Sawit Lestari di SMKN 1 Silangkitang, kata Hesti, akan menambah semangat aktivitas belajar mengajar. “Para siswa dan guru kelak memperoleh ilmu dari Asian Agri tentang pengelolaan sawit yang baik dan berstandar,” ucapnya.

Mewakili pihak sekolah, Hesti mengucapkan terimakasih banyak kepada Asian Agri yang telah memilih SMKN 1 Silangkitang, sebagai pelaksanaan program Sekolah Sawit Lestari. (ucup/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *