Sejarah Berdirinya Kampung Nangka di Agara Dibukukan

KUTACANE (bareskrim.com) | Pengacara kondang dan ternama bernama Palmer Situmorang secara resmi melakukan launching buku berjudul “Sejarah Berdirinya Kampung Nangka” yang mengisahkan tentang perjalanan Willem Situmorang, bahagian penebaran penduduk Tapanuli ke tanah alas Aceh Tenggara.

Launching buku yang dilaksanakan di Desa Kampung Nangka Kecamatan Lawe Bulan, Kamis (4/1/2017), dihadiri mantan Bupati Agara Armen Desky, anggota DPR RI Salim Fahri, anggota DPRK Agara Roy Darmawan Tarigan, Arnol Napitupulu, Gabe Martua Tambunan, Supian, keturunan kerajaan kejurun Bambel Yopi, keturunan kerajaan pulonas Armansyah dan sejumlah tokoh masyarakat Agara.

Buku sejarah hasil karya keluarga Palmer tentang berdirinya kampung nangka ditulis oleh Dr (can) Palmer Situmorang SH MH, Drs Saut Situmorang, Drs Laham Situmorang, Bigner Situmorang SE, Deristen Situmorang SPd dan Drs Marudut Situmorang MSi.

Dalam kesempatan itu, Palmer Situmorang menyatakan, ini menjadi sebuah kebanggaan besar bagi saya menjadi salah satu putra asli Aceh Tenggara yang lahir di Tanoh Alas metuah di bumi sepakat segenap.

“Namun satu hal yang harus kita jalankan dalam kehidupan di Agara, yakni tetap menjaga hubungan silaturrahmi antarsesama warga di Agara meskipun ada beragam suku dan agama,” ucapnya.

Jadi buku ‘Sejarah Berdirinya Kampung Nangka (Bonapasogit)’ atau tanah tumpah darah kelahiran ini isinya menggambarkan perjalan sejarah panjang di Agara.

Sementara mantan Bupati Agara, Armen Desky mengatakan, jangan ada oknum atau sekelompok pihak yang ingin menyebar ujaran kebencian di Agara ini. “Aceh Tenggara adalah Indonesia mini terdiri dari 11suku dan etnis. Jadikan perbedaan itu untuk lebih mengikat persatuan dan kesatuan di Agara,” sebut Armen Desky.

Acara launching buku ini berlangsung meriah karena diiringi Tari Saman dan Tor Tor Batak dan lainnya. (ijal/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *