Pengoplos Tabung Gas Wilayah Medan Amplas Diciduk Polisi

MEDAN (bareskrim.com) | Ditreskrimsus Polda Sumut menggerebek lokasi pengoplosan tabung gas dari ukuran 3 Kg ke ukuran 12 Kg di Jalan Panglima Denai Gang Seser VII Kelurahan Amplas Kecamatan Medan Amplas, (18/1/2017). Dari lokasi, petugas menyita barang bukti seratusan tabung gas ukuran 12 Kg dan 3 Kg.

Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Toga Panjaitan melalui Kasubdit I Indag, AKBP Ikhwan menyampaikan, pengungkapan kasus ini berawal dari adanya informasi masyarakat. Laporan itu dicurigai ketika kelangkaan gas terjadi pada bulan lalu.

“Kita melakukan penyelidikan selama satu bulan penuh. Saat kelangkaan gas itu, kita dapat informasi dari masyarakat kalau ada tempat pengoplos gas,” sebut dia.

Setelah dilakukan penyelidikan, petugas langsung melakukan penggerebekan lokasi yang juga tempat tinggal pelaku bernama Hermanto alias Herman.

“Kita tangkap pelaku di lokasi. Selain itu kita menyita barang bukti berupa 80 tabung gas kosong ukuran 3 Kg, 17 tabung gas berisi ukuran 3 Kg, 5 tabung gas berisi ukuran 12 Kg, 27 tabung gas kosong ukuran 12 Kg, 5 selang regulator, 5 kayu penjepit, 20 tutup tabung 3 Kg, 1 pucuk pisau dan obeng,” katanya, Jumat (19/1/2018).

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku Hermanto telah melakoni aksi jahatnya selama 7 bulan. “Kegiatan pemindahan isi gas tabung gas tersebut dilakukannya sudah berlangsung lebih kurang selama 7 bulan,” ucap Ikhwan.

Pelaku sendiri melakukan pemindahan gas bersubsidi ke nonsubsidi dengan cara menyiapkan peralatan berupa penghubung regulator, batu es, obeng dan tutup segel.

“Setelah peralatan disiapkan kemudian mengambil penghubung regulator selanjutnya tabung gas 3 Kg diadu ke palap gas ukuran tabung 12 Kg dengan menunggingkan secara otomatis gas yang ada di 3 Kg berpindah ke tabung gas ukuran 12 Kg dengan dibantu batu es yang diletakan dibawah tabung gas ukuran 12 Kg yang dilakukan secara berulang-ulang sampai dianggap penuh,” jelas Ikhwan.

Masih Ikhwan menjelaskan, pelaku Hermanto sendiri mendapatkan gas subsidi dari warung atau grosir. “Tersangka membeli tabung gas Rp 21 ribu. Lalu ia (tersangka) menjual tabung gas 12 Kg yang sudah dioplos seharga Rp105.000,” ungkapnya.

Ikhwan menambahkan dalam aksi yang dilakukan pelaku, negara mengalami kerugian mencapai Rp 200 juta hingga Rp 300 juta. “Pelaku dikenakan pasal 6 ayat 1 huruf b jo pasal 1 ke 3e UU Darurat No 7 tentang tindak pidana ekonomi jo sub pasal 62 ayat 1 jo pasal 8 ayat 1 UU RI No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, pasal 53 dan pasal 54 UU RI tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi,” katanya. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *