Tewas Diduga Dianiaya Oknum Polisi | Samini Minta Keadilan ke Polda Sumut

MEDAN (bareskrim.com) | Samini (52) ibu kandung Bambang Pujiono (30) warga Pasar II Lingkungan 17 Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan yang meninggal dunia diduga dianiaya oknum Polsek Medan Labuhan, membuat laporan ke Polda Sumut.

Kedatangan Samini didampingi kuasa hukumnya Zulkifli Lumbangaol untuk meminta keadilan atas kematian anaknya. Zulkifli menceritakan awalnya, Bambang membantu warga yang berteriak minta tolong karena ada satu rumah yang beralamat di Jalan Marelan V, Pasar II Barat, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, dimasuki pencuri.

“Di situ Bambang langsung membantu warga yang meminta tolong karena rumahnya kemalingan. Waktu bersamaan terjadi pembunuhan. Setelah itu pihak kepolisian dari Polsek Medan Labuhan datang dan mengamankan Bambang untuk dijadikan sebagai saksi,” kata Zulkifli kepada awak media di Ditreskrimum Polda Sumut, Rabu (14/2/2018).

Kejadian tersebut bermula pada 25 Oktober 2017 silam. Setelah itu, kata kuasa hukum dari Samini (Ibu Bambang) keesokan harinya Bambang dipanggil pihak Polsek Medan Labuhan untuk menjadi saksi atas kejadian pembunuhan.

“Karena hanya menjadi saksi, klien kami (Samini) tidak berpikir macam-macam. Karena klien kami berpikir anaknya sudah membantu warga yang rumahnya kecurian,” ujarnya.

Setelah itu, lanjut Zulkifli, rupanya Bambang (anak Samini) diduga melakukan pembunuhan berencana dan pengeroyokan. Atas dasar itulah, kata Zulkifli, Bambang langsung ditahan di Mapolsek Medan Labuhan pada 26 Oktober 2017. “Bambang pun menjadi tahanan titipan Polsek Medan Labuhan di Rutan Klas II B Labuhan Deli,” ujarnya.

Ia mengaku keesokan harinya yaitu pada 26 Oktober 2017 Bambang sudah dalam keadaan bonyok dan banyak luka memar dan dilarikan pihak kepolisian ke rumah sakit Bandung.

“Di sana, Bambang menghembuskan nafas terakhir dan dinyatakan pihak dokter karena mengalami komplikasi makanya meninggal,” katanya.

Zulkifli merasa heran kenapa Bambang bisa penuh dengan luka memar dan badannya lebam. Padahal, sambungnya, saat ditangkap kondisi Bambang sehat walafiat. Ia mengaku, sebelum dilimpahkan ke rutan dan masih dalam penyelidikan, Bambang sudah dinyatakan tewas.

“Jadi kami menduga, Bambang dianiaya dulu baru dilimpahkan ke Rutan selama dua Minggu di rutan, Bambang di bawa ke rumah sakit Bandung. Dan di sana Bambang dinyatakan meninggal dunia,” katanya.

Di sini, sambungnya, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari pihak Polsek Medan Labuhan. “Kenapa Bambang bisa meninggal sementara masih dalam penyelidikan dan dirinya kenapa bisa disangkakan dengan pasal pembunuhan berencana. Padahal, si Bambang datang untuk menolong warga yang rumahnya dimasuki maling,” ujar kuasa Hukum Samini. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *