Pemilik Agen Perjalanan Umroh Travel Abu Tours Dilaporkan ke Polisi

MEDAN (barekrim.com) | Pemilik agen perjalanan umroh Travel Abu Tours Jalan Abdullah Lubis Medan, dilaporkan sejumlah korban dugaan penipuan ke Polda Sumut.

Seorang korban, Febri Harahap mengatakan, ia sendiri telah membuat laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sumut pada 21 Februari 2018.

“Ya, sudah buat laporan kemarin,” katanya sambil menyebutkan nomor laporan STTLP/175/II/2018/SPKT ‘I’, Senin (26/2/2018).

Dia mengakui, setelah membuat pengaduan itu, sampai hari ini belum ada kabar lanjutannya. “Setelah melapor, belum ada informasi lanjutan dari Polda Sumut. Kami juga masih menunggu,” katanya.

Febri mengatakan, dirinya sangat berharap pimpinan cabang Travel Abu Tours Medan, Anwar segera ditangkap. Dengan begitu, kasus ini bisa diungkap secepatnya.

“Sebagai korban tentu kami berharap pimpinan cabang Travel Abu Tours Medan itu ditangkap secepat mungkin. Karena korbannya ini kan banyak. Sama seperti First Travel,” ungkap warga Jalan Makmur, Pasar VII Tembung ini.

Ia menjelaskan, terbongkarnya kasus dugaan penipuan ini berawal ketika ia mendatangai kantor Travel Abu Tours Medan. “Begitu saya dan korban lain datang, kantornya sudah tutup,” ungkap Febri.

Febri mendatangi kantor agen perjalan umroh itu lantaran ia dijanjikan diberangkatkan umroh pada bulan Februari 2018. “Saya mendaftar pada bulan Juni 2017 dan dijanjikan diberangkatkan pada bulan Februari 2018. Lantaran tak ada kabar jadi saya mendatangi kantornya dan ternyata sudah tutup,” ungkapnya.

Dalam kasus ini, Febri mengalami kerugian uang tunai Rp66 juta untuk mendaftarkan diri sebagai calon jamaah umroh. Ia mendaftar bersama ayah, ibu dan kakaknya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting mengatakan, setelah dirinya mengecek kasus ini, ternyata laporan korban pagi ini baru diterima oleh salah satu Kanit di Direktorat Reserse Kriminal Umum. Rina mengatakan, kasus ini pasti diproses.

“Tentu nanti tahapannya penyidik akan mengambil keterangan pelapor. Lalu, pemeriksaan akan dilanjutkan memintai keterangan saksi-saksi,” ujar Rina.

Ia mengatakan, penyidik akan meneliti dokumen yang dipegang para korban. Dengan begitu, penyidik akan lebih mudah mengambil langkah dalam memproses kasus ini.

“Kami kembali mengimbau agar para korban travel ini segera melapor. Silahkan datang ke Polda Sumut dengan membawa bukti-bukti yang ada,” kata Rina. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *