Para Advokat Ini Sebut Sungai Barumun Telah Tercemar Limbah Pabrik Perusahaan Kelapa Sawit

SIMANGAMBAT (bareskrim.com) | Sungai Barumun yang mengalir melalui wilayah Kabupaten Padang Lawas Utara dan Padang Lawas, salah satu sungai kebanggaan serta sumber kehidupan masyarakat yang berada di Kecamatan Simangambat Ujung Batu Kabupaten Padang Lawas Utara dan Kecamatan Huristak, Kabupaten Padang Lawas yang sehari-hari digunakan masyarakat untuk air minum, mencuci dan mandi.

Saat ini, kondisinya sudah sangat memperihatinkan akibat sering dicemari oleh limbah yang salah satunya diduga dilakukan oleh perusahaan pabrik kelepa sawit yang berdiri di Desa Gunung Manaon Kecamatan Simangambat.

Demikian disampaikan Tim Advokasi Koperasi Parsadaan Simangambat Ujung Batu dan Huristak (PARSUB) melalui Ketua Tim Advokasi Ahcmad Sandry Nasution SH MKn dalam pesan elektroniknya yang diterima, Selasa (27/2/2018).

Ia mengungkapkan, Tim Advokasi Koperasi PARSUB memiliki komitmen kuat berjuang bersama masyarakat, aparat penegak hukum serta pemerintah untuk mengambil peran masing-masing dalam upaya melestarikan lingkungan hidup khususnya daerah aliran Sungai Barumun dengan memerangi oknum atau korporasi yang berupaya merusak/mencemari daerah aliran Sungai Barumun.

Sebab, menurutnya, dalam amanat Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 Pasal 28H sangat jelas dikatakan bahwa masyarakat berhak “mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat”, sehingga apabila ada pencemaran lingkungan hidup yang berdampak kepada kehidupan masyarakat adalah merupakan pelaggaran terhadap hak asasi manusia.

Sandry Nasution menambahkan, dugaan pencemaran limbah Pabrik Kelapa Sawit di daerah aliran Sungai Barumun tepatnya di Desa Gunung Manaon Kecamatan Simangambat adalah atas laporan dari masyarakat sekitar, dimana atas lapaoran tersebut Tim Advokasi Koperasi PARSUB langsung turun ke lapangan.

Tim telah melakukan investigasi dan sekaligus berkoordinasi dengan pihak Kopolisian, Dinas Lingkungan Hidup dan Anggota Dewan serta telah mengumpulkan data daerah mana saja yang tercemar dengan mengambil sampel air, mendokumentasikan jenis biota apa saja yang terdampak dekat dengan pipa pembuangan limbah.

Selanjutnya, nanti akan tim minta untuk diteliti laboratorium di Medan setelah mendapatkan hasil akan melakukan langkah kepada pabrik yang membuang limbah tentunya sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Sandry berharap kepada seluruh masyarakat, agar berperan aktif menjaga lingkungan hidup khususnya daerah aliran Sungai Barumun dan apabila menemukan pabrik membuang limbah segera melaporkan kepada pihak yang berwenang dan Tim Advokasi Koperasi PARSUB siap mendampingi.

“Kepada Dinas Lingkungan Hidup Paluta diminta agar menjalankan fungsinya selaku pengawas lingkungan hidup tidak memberikan rekomedasi atau sejenisnya kepada pabrik-pabrik nakal serta Bupati selaku pemegang kekuasaan terhadap jalannya pemerintahan di Paluta dan Palas dapat menginstruksikan seluruh jajarannya terutama kepada camat dan juga Kepala-kepala Desa khususnya yang wilayahnya yang masuk ke dalam daerah/ yang dekat dengan bantaran Sungai Barumun membuat peraturan desa terkait dengan pencegahan terhadap perusakan lingkungan hidup,” mintanya.

Sandry Nasution juga meminta kepada para anggota dewan yang berasal dari Dapil Kecamatan Simangambat, Ujung Batu dan Anggota Dewan dari Dapil Kecamatan Huristak menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat dan peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup terutama daerah aliran sungai Barumun dan kedepan Tim Advokasi Koperasi PARSUB akan terus melakukan pemantauan terhadap semua perusahaan pabrik kelapa sawit yang berada di daerah aliran Sungai Barumun. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *