LAPK Sebut RSUD Pirngadi Medan Belum Nyaman Bagi Pasien

MEDAN (bareskrim.com) | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan dinilai belum nyaman bagi pasien yang berobat di Kelas II.

Kondisi terlihat dari RSUD dr Pirngadi Medan tidak menerapkan SOP yang jelas terkait dengan jumlah orang yang menjenguk dan jam besuk pada ruangan Kelas II. Tidak dibatasi jumlah pengunjung yang ke ruangan apalagi pada pasien yang banyak pengunjung dan intensitas tinggi sehingga mengganggu pasien lain.

Ketika keluarga pasien berharap kepada petugas jaga, yang terjadi justru mendapat jawaban yang acuh tak acuh.

Belum lagi peruntukan kamar yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kamar yang seharusnya diperuntukkan untuk pasien yang akan dioperasi, malah digabungkan dengan pasien yang berbeda terapi.

“Bagaimana mungkin pasien operasi yang membutuhkan istirahat cukup tetapi kemudian digabungkan dengan pasien yang membutuhkan terapi pemulihan psikologi misalnya: pasien stroke yang membutuhkan intensitas kunjungan yang menghibur pasien,” kata Sekretaris Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK), Padian Adi S Siregar dalam pesan elektroniknya yang diterima, Senin (5/3/2018).

Menurut Padian, idealnya rumah sakit tempat yang ramah bagi pasien memulihkan psikologinya, jangan justru menjadi teror baru bagi pasien tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup akibat tidak adanya SOP yang jelas terkait jadwal dan jumlah pengunjung yang membesuk.

“Padahal keluarga pasien sebelum masuk rumah sakit disodori formulir yang membatasi jumlah orang yang membesuk pasien. Tentu ketentuan pembatasan jumlah pembesuk akan dapat berlaku pada pasien Kelas VIP tetapi bagaimana jika pasien di kelas II atau kelas III, petugas jaga dapat bersikap permisif dengan inkonsistensi fungsi rumah sakit bagi pasien,” cetusnya. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *