STKIP Pangeran Antasari Gelar Workshop Leadership & Teamwork

MEDAN (bareskrim.com) | Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pangeran Antasari menggelar Workshop Leadership & Teamwork di aula kampus tersebut, di Jalan Veteran Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang.

Workshop Leadership & Teamwork tersebut menghadirkan Seno Aji SPd MEng Prac sebagai pembicara.

Acara yang berlangsung sukses ini dihadiri Ketua Yayasan Pendidikan Pangeran Antasari Dr Tommy Leonard SH MKn, Pembina STKIP Pangeran Antasari Drs. Hilman Haidir MPd, Pembina STKIP Pangeran Antasari Drs Marudut Sitanggang MHum,

Ketua STKIP Pangeran Antasari Azizah Husda SS MHum, Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Kartina Ramadhani Rambe SPd MHum, Kepala Pengembangan dan Pemasaran Yayasan Pendidikan Pangeran Antasari Rio Bradnlee,

Koordinator Sekolah Pangeran Antasari Herli Leo Aritonang, Wakil Rektor III Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Said Rizal SH MA dan Kepala SMA/SMK Pangeran Antasi Suryani SPd, Kepala SMP Muhammad Nur SPd dan Kepala SD Muhammad Abduh SKom.

Dalam workshop itu, Seno Aji SPd MEng Prac menyampaikan tentang Leadership & Teamwork. Menurut Seno Aji, teamwork bisa diartikan bentuk kerjasama dengan keterampilan yang saling melengkapi, serta berkomitmen untuk mencapai target yang sudah disepakati sebelumnya, guna mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien.

“Tujuan bekerjasama dalam tim, agar dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan dapat selesai secara efesiensi dan efektif,” ungkap Seno Aji dihadapan mahasiswa STKIP Pangeran Antasari.

Di kesempatan itu, mahasiswa STKIP Pangeran Antasari yang hadir tampak antusias dan ceria mendengarkan paparan Seno Aji. Bagaimana tidak, disela-sela paparannya, Seno Aji mengajak mahasiswa untuk mengangkat tangan dan kaki, agar tidak jenuh.

Kepada mahasiswa, Seno mengatakan, pekerjaan tidak ada yang berat, tapi sikap relationship dan cara mengelola yang belum sesuai. Uniknya lagi, sebut Seno Aji, saat ini masih banyak kita temui orang yang dewasa, tapi mentalnya masih anak-anak atau mental Childish.

“Ada enam mental childish ini. Pertama menyalahkan (blaming). Kedua, mengeluh (complaining). Ketiga, tidak merasa salah (no guilty feeling). Keempat, membandingkan (comparison). Kelima, menghakimi (jugdment) dan keenam, tidak ada tanggungjawab (no responsibility),” kata pria berkacamata ini, sembari memotivasi para mahasiswa dan undangan yang hadir.

Di kesempatan itu juga, Pemasaran Yayasan Pendidikan Pangeran Antasari Rio Bradnlee menambahkan, untuk kemajuan mahasiswa, pihaknya akan mengundang para pembicara yang handal dibidangnya, untuk seminar atau workshop. “Sehingga, mahasiswa STKIP Pangeran Antasari memiliki ilmu pengetahuan dan memiliki wawasan yang luas,” kata Rio lagi.

Sementara itu, di tempat terpisah Ketua Yayasan Pendidikan Pangeran Antasari Dr Tommy Leonard SH MKn kepada wartawan mengatakan, menyambut baik dan mendukung digelarnya Workshop Leadership & Teamwork.

Menurut Tommy Leonard, teamwork merupakan sarana yang sangat baik dalam menggabungkan berbagai talenta, dan dapat memberikan solusi inovatif.

“Ketika berada dalam teamwork, segala ego pribadi, harus disingkirkan. Saling pengertian terhadap karakter masing-masing anggota team akan menjadi modal sukses bersama,” ucap Tommy. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *