Dor!!! Dua Perampok Kambuhan ‘Dihadiahi’ Timah Panas

MEDAN (bareskrim.com) | Dua perampok kambuhan yang kerap beraksi menggunakan senjata tajam (sajam) ‘dihadiahi’ timah panas di bagian kaki karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap petugas Polsek Patumbak, di kawasan Selambo, Kecamatan Medan Amplas, kemarin.

“Petugas terpaksa melumpuhkan kedua pelaku karena melawan dan berusaha kabur saat akan ditangkap,” ujar Kanit Reskrim Polsek Patumbak Iptu Ainul Yaqin kepada awak media, Kamis (8/3/2018).

Djelaskannya, kedua pelaku ditangkap berdasarkan laporan korban seorang mahasiswa, Brian Sihombing (22), Rabu (7/3/2018) malam.

Dalam laporannya, warga Jalan Menteng VII Gang Swasembada, Medan Tenggara ini malam itu tengah menunggu taksi online di kawasan Jalan Panglima Denai Medan tepatnya depan Terminal Terpadu Amplas.

Dia didatangi dua orang tak dikenal sambil senjata tajam, karena takut, Brian hanya bisa pasrah saat digelandang pelaku ke tempat gelap di samping areal stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Panglima Denai.

Di sini, pelaku merampas seluruh harta benda Brian seperti, dua unit handphone, dompet berisi sejumlah uang, satu buah jam tangan dan sepasang sepatu. Puas, kedua pelaku kontan kabur, sedangkan Brian langsung ke Mapolsek Patumbak membuat laporan.

Mendapat laporan korban perampasan, petugas serse langsung bergerak cepat mendatangi tempat kejadian perkara (tkp) melakukan penyelidikan. Akhirnya diketahui ciri-ciri pelaku dan petugas mendapat informasi tentang keberadaan pelaku yang kabur ke arah kawasan Jalan Selambo.

Ketika petugas coba menghampiri, kedua pelaku panik dan coba untuk kabur. Petugas sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara sebanyak tiga kali tapi tak dihiraukan sehingga petugas terpaksa menembak kaki kedua pelaku. Lalu kedua pelaku diboyong ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk perawatan.

“Dari kedua pelaku, ERM (30), warga Jalan Gitar Gang Biola, Selambo dan HA (37), warga Medan, disita dua buah handphone (iphone 4 dan evercross), sepasang sepatu merek buccheri dan jam tangan serta sebilah pisau,” kata Ainul Yaqin.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tutur Ainul Yaqin, pelaku ERM mengaku sudah tiga kali menjalani hukuman karena terlibat aksi perampokan dan baru dua minggu bebas dari Lapas Sidikalang. Sedangkan HA, sudah dua kali dihukum penjara dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di depan Terminal Amplas dan di kantor lembaga swadaya masyarakat LSM. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *