Ditemukan Tengkorak Manusia Diduga Korban Pembunuhan di Ladang Tebu

MEDAN (bareskrim.com) | Misteri hilangnya, Septian (20) warga Jalan Sayur Gang Perjuangan Dusun III Desa Tandam Hilir I Kecamatan Hamparanperak Deliserdang, terjawab sudah.

Buruh bangunan ini ditemukan sudah tinggal tengkorak (kerangka), di kawasan perkebunan Dusun IX Pasar II di areal perkebunan tebu PTPN2 Kebun Tandam DP I Kaple B Blok 87 Desa Tandam Hilir I Kecamatan Hamparanperak Kabupaten Deliserdang, Kamis (8/3/2018). Diduga korban pembunuhan.

Kapolres Binjai AKBP Donald Simanjuntak melalui Kasat Reskrim AKP Hendro Sutarno melalui pesan whatsapp mengatakan, kasus ini berawal ditemukan Trinem (46) penebang borongan tebu warga Jalan Swadaya Pasar 8 Desa Tandam Hilir I Kecamata Hamparanperak. “Jasad korban ditemukan pekerja borongan,” ujar Hendro.

Temuan itu pun diteruskan dengan melaporkan ke mandor kebun bernama T Zainila (46). Sebut Hendro, saat itu Trinem yang tengah melakukan penebangan tanaman tebu melihat benda aneh di sekitar tanaman tebu. Setelah dipastikan, ternyata temuannya adalah tengkorak manusia. “Saat melakukan penebangan tanaman tebu saksi melihat ada tengkorak,” sebut Trinem diucapkan Hendro.

Lalu Trinem menemui mandor dan mengatakan ada tengkorak kambing apa tengkorak manusia. Zainila sang mandor, langsung mendekati dan melihat ternyata tumpukan tengkorak manusia, kemudian melaporkan kepada Danton Hansip PTPN2, Sarjono. Dan diteruskan melaporkan kepada Kepala Desa dan Babinkamtibmas.

Kapolsek Binjai AKP Arnawati SH melalui Kanit Reskrim Ipda Sopi, bersama anggota segera meluncur ke lokasi dan melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara).

Selain menemukan tengkorak kepala di lokasi petugas menemukan juga baju dan celana jins warna hijau, celana dalam abu abu. Dan dari kantong celana ditemukan dompet berisikan plastik bening berklip merah, pipet minuman mineral, dan pisau silet.

“Juga potongan tulang, tulang rusuk dan diperkirakan sebagai tulang belulang manusia secara lengkap, sebut mantan Kasat Reskrim Polres Madina ini.
Saat petugas melakukan olah TKP, Sutino (48), warga Dusun 3 Jalan Sayur Gang Perjuangan Desa Tandam Hilir I Kecamatan Hamparanperak Deliserdang, mengaku kehilangan anak laki-laki sejak bulan Oktober 2017 silam. “Pakaian yang ditemukan ada kaitan dengan putranya yang hilang sejak Oktober 2017,” sebut Hendro.

Kecurigaan Sutino pun kian kuat. pakaian yang ada di TKP mirip dengan pakaian anaknya, namun yang lebih kenal adalah istrinya, Sutino disarankan datang ke Polsek Binjai untuk mengenali identitas anaknya dengan membawa istrinya ke Polsek.

Setelah barangbukti berupa tengkorak dan tulang belulang serta pakaian yang dipakai korban di bawa ke Polsek Binjai, kemudian Sutino membawa istrinya, Suriana (38) untuk mengenali barang-barang yang ditemukan di TKP.

Bagi Suriana, pakaian berupa celana yang ditemukan di TKP bahwa benar merupakan celana anaknya. Salah satu ciri-cirinya, dari resliting yang dipakai saat itu rusak dan baju yang dipakai benar merupakan pakaian anaknya bernama Septian.

Septian, kata Suriana, tidak pulang ke rumah sejak 23 Oktober 2017, namun pada saat itu tidak sempat membuat laporan secara tertulis kepada polisi.
Saat Septian meninggalkan rumah membawa sepeda motor Supra X 125 bernopol BK 4625 AGK dan sampai saat ini sepeda motor tersebut tidak diketahui keberadaannya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara dan keterangan sejumlah saksi, Polres Binjai mencurigai teman korban yang masih tinggal satu kampung. “Kita masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku,” kata Hendro.

Kecurigaan mengrah ke teman korban sesuai hasil pemeriksaan ayah korban, Sutiono yang mengaku terakhir putranya menerima telepon dari seseorang yang diduga tak lain pelakunya. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *