Akpar Medan Tuan Rumah Small Research TFI Scale IV Outbound Programme

MEDAN (bareskrim.com) | Akademi Pariwisata (Akpar) Medan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Small Research Temasek Foundation Internasional (TFI) Scale IV Outbound Programme.

Sebanyak 38 peserta dari berbagai Perguruan Tinggi dalam negeri maupun luar negeri akan melakukan research (penelitian) ke Samosir selama 13 hari mulai tanggal 21 Maret – 3 April 2018, untuk menggali potensi tourism (pariwisata) pulau terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Terlaksananya Small Research Lake Toba bekerjasama dengan Republic Polithenic Singapore yang disupport oleh Temasek Foundation Internasional (TFI).

Hasil dari riset yang dilakukan para mahasiswa yang berasal dari Perguruan Tinggi di Medan dalam hal ini diwakili Akademi Pariwisata Medan, Lombok, Makassar, Bali, Bandung, Palembang dan Singapura, diseminarkan langsung dihadapan Direktur Akademi Pariwisata Medan Dr Anwari Masatip SSos MMPar, perwakilan Temasek Foundation Internasional (TFI), Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Dr Hidayati MSc, Direktur Badan Otoritas Danau Toba (BODT) Ari Prasetyo.

Turut hadir dalam persentase Small Research Lake Toba, diantaranya Direktur RPS, James Lee (Director School of Hospitaly), Jason (Manager of Office Internasional Relationship), para pembimbing serta dosen Akademi Pariwisata Medan.

Direktur Akademi Pariwisata Medan Dr Anwari Masatip SSos MMPar mengatakan, moment ini sangat tepat dilakukan untuk mempromosikan destinasi Danau Toba di mata dunia.

Selain melakukan riset study, para mahasiswa telah menemukan secara langsung keistimewaan Danau Toba, mulai dari natures, cultures, people character, foods and prize. “Dalam pembelajaran selama 10 hari saja, para mahasiswa telah dapat menyimpulkan dan mempersentase keunikan dan keistimewaan yang ada di kawasan Danau Toba,” ujarnya.

Diharapkan, hasil riset kecil-kecilan yang difasilitasi TFI ini akan membawa kontribusi dalam hal promosi Danau Toba baik secara nasional maupun internasional.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumut, Dr Hidayati MSc mengakui, banyak tanyang pihaknya dalam mengembangkan pariwisata di Sumut khususnya pada kawasan Danau Toba.

Kendati baru saja menjabat sebagai Kadis Kebudayaan dan Pariwisata, Hidayati mendorong pemerintah melakukan percepatan regulasi untuk Danau Toba. Seperti merealisasikan regulasi Kawasan Strategi Pariwisata Provinsi (KSPP). “Kajian regulasi KSPP mengikutiserta kalangan akademisi. Riset yang dilakukan para mahasiswa ini termasuk kajian yang akan dibawa dalam perumusannya,” ucap Hidayati.

Selain itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut mengajukan dibuatnya Perda Cagar Budaya Provinsi (CBP), yang tujuannya agar Provinsi Sumut ikut terlibat dalam menerapkan peraturan di objek wisata suatu daerah. “Langkah inilah yang sedang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam menata destinasi wisata Sumut,” cetusnya. (rel/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *