BNN Paparkan Penangkapan 23 Kg Sabu di Aceh Tamiang

ACEH TAMIANG (bareskrim.com) | Badan Narkotika Nasional (BNN) merilis penangkapan narkotika jenis sabu sebanyak 23 Kg digelar di Kantor BNNK Kabupaten Aceh Tamiang, (2/4/2018).

Kepala BNN RI, Irjen Pol Drs Heru Winarko SH sebagai melalui Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari menyampaikan, penangkap tersangka tersebut berdasarkan adanya informasi dari masyarakat yang diterima oleh pihak BNN, bahwa diduga sebuah rumah warga di Dusun Abeuk Bunta Desa Cot Mayang Kecamatan Baktiya Kabupaten Aceh Utara dicurigai  sering dilakukan transaksi narkotika dalam jumlah yang cukup besar.

Kemudian pihak BNN berkoordinasi dengan pihak BNNP Aceh, BNNK Lhok Seumawa, BNNK Kota Langsa dan BNNK Pidie serta Bea Cukai Aceh, setelah berkoordinasi, kemudian dilakukan penyelidikan oleh tim gabungan pada 1 April 2018. Dari hasil penyelidikan tersebut, tim gabungan berhasil menangkap tersangka “MZ” di rumahnya Dusun Abeuk Bunta Desa Cot Mayang Kecamatan Baktiya Kabupaten Aceh Utara.

Setelah dilakukan penangkapan terhadap tersangka “MZ” dan dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan, tersangka “MZ” mengaku bahwa dirinya masih menyimpan narkotika jenis sabu dibawah sebuah tumpukan sampah di sebuah kebun milik tetangganya dan belum sempat habis diedarkan olehnya dalam bungkusan Teh Made in China.

Selanjutnya, pihak tim gabungan BNN tersebut berhasil melakukan pengembangan melalui pengakuan tersangka “MZ” bahwa barang haram jenis sabu tersebut sebelumnya beberapa hari yang lalu sudah menyerahkan kepada saudara “Zr” untuk diserahkan kepada pemesannya sebanyak 20 bungkus berukuran besar.

Dari hasil pengembangan lebih lanjut, pihak tim gabungan BNN melakukan penggrebekan ke rumah tersangka lainnya yang berinisial “Zr” di Dusun Tengku Muling Desa Gelumpang Bungkok Kecamatan Baktya Kabupaten Aceh Utara.

Menurut pengakuan tersangka “Zr”  bahwa dirinya sempat memberikan sabu sebanyak 20 bungkus besar kepada seseorang yang mengendarai mobil taft berwarna hitam bernomor polisi BK 601 TH.

Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari mengatakan, selanjutnya tim gabungan melakukan penyelidikan terhadap tersangka “Md” alias Adam dan tersangka “Al” yang beralamatkan di Desa Seulunyuk Kecamatan Nibong Lhok Seumawe.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Tim Gabungan kepada tersangka “Md” tidak ditemukan Sabu yang telah diterimanya dari tersangka “Zr” sebanyak 20 bungkus tersebut.
Bukan di wilayah Aceh Tamiang, lebih kurang 23 Kg, sebelumnya mereka sudah meloloskan 20 kg, barang tersebut diterima oleh Adam dan Muliadi.

“Tersangka kita jerat dengan pasal 114 ayar 2, jo pasal 132 ayat dan pasal 112 ayat 2, jo pasal 132 ayat 1 no 35 tahun 2009,” katanya.

Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol Arman Depari menjelaskan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh gabungan berhasil menyita sejumlah barang bukti lainnya berupa 20 buah surat kendaraan roda 4 dan sejumlah kartu ATM.

Deputi Pemberantasan BNN mengingatkan, ini adalah merupakan satu peringatan buat kita bahwa saat ini narkoba berada di mana mana, dan bisa mewaspadai serta menghindarkan peredaran Narkoba, baik pemakai, kurir dan penyalaguna Narkoba.

“Saat ini kita juga masih mempunyai kelemahan, terutama di bidang  pengawasan khususnya di pantai illegal, sehingga barang haram tersebut bisa masuk melalui nelayan laut, yang sebelumnya mereka melakukan transaksi di tengah laut,” sebutnya.

Hadir pada konferensi pers tersebut, Irjend Pol Arman Depari selaku Deputi Pemberantasan  BNN RI, Direktur Intelijen Deputi Pemberantasan BNN RI, Direktur TPPU Deputi Pemberantasan BNN RI, H Mursil SH MKn selaku Bupati Aceh Tamiang, Erwinsyah, SH selaku Kajari Aceh Tamiang, AKBP Zulhir Destrian SIK MH selaku Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Trisna Sapari Yandi SE selaku Kepla BNNK Aceh Tamiang, Dandim 0104/Atim, Kasdim 0117/Atam, Fadlon SH Ketua DPRK Aceh Tamiang, Ketua MPU, Kantor Bea Cukai, dan Para Insan Pers. (wdm/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *