Polisi akan Dipanggil Paksa JR Saragih

MEDAN (bareskrim.com) | Pihak penyidik Polda Sumut dalam waktu dekat akan melimpahkan tahap dua berkas JR Saragih, tersangka kasus pemalsuan tandatangan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

“Kita sudah berupaya melengkapi berkasnya (JR Saragih) untuk diserahkan kembali ke jaksa,” ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Selasa (3/4/2018).

Saat ini, kata MP Nainggolan, penyidik telah melakukan panggilan kedua kepada JR Saragih. Namun, yang bersangkutan tidak datang. “Sudah panggilan kedua kita layangkan kepadanya (JR Saragih), tapi yang bersangkutan tidak datang,” sebutnya.

Namun, lanjutnya, apabila dalam panggilan ketiga tidak datang, penyidik akan melakukan pemanggilan paksa terhadap JR Saragih. “Nanti panggilan ketiga akan kita panggil disertai dengan surat perintah membawa,” tegasnya.

Ditanya kapan surat pemanggilan ketiga tersebut dilayangkan, dia enggan menjawab. Yang jelas, katanya, Polda Sumut akan melengkapi berkas tahap dua atau P22 ke Kejatisu. “Nanti berkas P22-nya akan kita kirim tersangka dan barang buktinya ke jaksa,” pungkasnya.

Sebelumnya, JR Saragih ditetapkan sebagai tersangka kasus pemalsuan dokumen syarat pencalonan Pilgub Sumut 2018. Penetapan tersangka terhadap JR Saragih dilakukan oleh Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Provinsi Sumut.

JR Saragih ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan menggunakan surat palsu sebagaimana diatur dalam Pasal 184 UU nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah.

Dia diduga telah memalsukan legalisir fotocopi ijazah SMA miliknya dan tanda tangan palsu Kadisdik DKI Jakarta. “Kita tidak berbicara siapa yang meleges siapa yang membuat legesnya. Kita berbicara siapa yang menggunakan. Yang kita terapkan yang menggunakan,” kata Direktur Reskrimum Poldasu, Kombes Andi Rian beberapa waktu lalu.

Hasil uji labfor, tanda tangan yang ada di surat tidak otentik dengan aslinya. Ditambah lagi dengan keterangan Sekretaris Dinas Pendidikan yang menyatakan JR Saragih tidak pernah melegalisir fotocopy ijazahnya. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *