Tempat Kerja Terbakar Pekerja Nyaris Tewas

MEDAN (bareskrim.com) | Satu rumah merangkap tempat usaha menjahit dibilangan Jalan Balai Desa No 43 Pasar XI, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, Kabupaten Deliserdang, Selasa (3/4/2018), terbakar.

Beruntung, nyawa seorang nenek 51 tahun, warga Jalan Pertahanan Ujung-Talun Kenas, Gang Sempurna B Pasar VII, Desa Lantasan Baru, Kecamatan Patumbak, Deliserdang berhasil diselamatkan warga yang bereaksi cepat, meski korban sempat dijilat api hingga menderita luka bakar.

Diduga, insiden yang terjadi itu disebabkan oleh bensin yang tersulut hingga menjilati dan membakar tempat korban bekerja tersebut.

“Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu, namun satu orang pekerja yang sedang menjahit mengalami luka bakar di kedua kakinya,” ujar Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Ainul Yaqin kepada awak media, Selasa (3/4/2018).

Peristiwa bermula ketika korban dan beberapa pekerja lainnya sedang menjahit di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Saat itu, anak pemilik rumah merangkap tempat usaha tersebut, Yogi Setiawan (21), datang membawa satu jerigen bensin.

Yogi kemudian mengambil ember dan meletakkan jerigen bensin itu di belakang para pekerja yang sedang menggunakan mesin jahit dinamo.
Tak lama berselang, Yogi kembali dan langsung menuangkan bensin ke dalam ember yang dibawanya.

Tapi, limpahan bahan bakar minyak (BBM) di dalam ember tersebut tiba-tiba terbakar. Api dengan cepat membesar dan menjilati dinding rumah. Para pekerja yang mengetahui adanya api, seketika panik dan berhamburan keluar rumah.

Naas, api yang kian membesar membuat Rubini terjebak di dalam.
Melihat Rubini masih di dalam, teman-temannya histeris hingga mengundang perhatian warga sekitar. Dibantu warga, Rubini berhasil diselamatkan.

Aksi penyelamatan itu berlangsung dramatis, sebelum akhirnya Rubini berhasil keluar dengan kondisi kedua kakinya melepuh karena terbakar.
“Tak lama, empat armada pemadam kebakaran tiba di lokasi. Meski isi rumah tidak semuanya ludes, namun beberapa peralatan menjahit terbakar. Kerugian ditaksir mencapai 50 juta rupiah,” sebut Yaqin.

Dugaan sementara, api disebabkan oleh bensin. Namun, penyelidikan masih dilakukan. “Namun untuk kepastiannya, kita akan lakukan penyelidikan mendalam. Kita juga telah berkoordinasi dengan Tim Labfor Polda Sumut,” terangnya. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *