Miris!!! Masih Ada Ditemukan Siswa yang Belajar Diluar Sekolah

ACEH TAMIANG (bareskrim.com) | Miris melihatnya. Masih ada sarana pendidikan yang tak tersentuh perhatian dan bantuan dari pemerintah. Kendati ketiadaan sarana dan prasarana pendidikan, namun para siswa tetap bersemangat meniti ilmu.

Sekolah itu ditemukan di jalan lintas Medan-Banda Aceh Desa Tanah Terban Kabupaten Aceh Tamiang (Atam). Kondisi sekolah Madrasah Aliyah Al Ikhlas itu cukup memprihatinkan. Para siswanya, menuntut ilmu pendidikan di halaman sekolah, karena gedungnya sudah tak layak pakai.

Sekolah Madrasah Aliyah Al Iklas Tanah telah berdiri 5 tahun. “Kami sudah 1 tahun ini belajar di luar pak, apalagi ketika kakak kelas kami Ujian Nasional, pasti harus belajar di luar karena kelas dipakai untuk ujian. Kami juga susah karena sekolah kami tidak ada kamar kecil, sehingga kami kalau mau buang air kecil terpaksa jalan ke masjid yang ada di desa,” keluh salah satu siswa Kelas XI saat ditemui ketika sedang proses belajar di luar gedung.

Kepala Madrasah Aliyah Al Ikhlas Tanah Abdul Muis S PdI kepada awak media mengakui minimnya sarana dan fasilitas sekolahnha. “Memang benar seperti apa yang dikatakan siswa dan kami juga belum mempunyai kamar kecil, fasilitasnya juga seadanya, yang penting kami tetap semangat dalam mencerdaskan anak bangsa,” tuturnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/4/2018).

Padahal, sambungnya, minat masyarakat untuk menitipkan anaknya belajar pada Madrasah sangat besar. “Saat ini, siswa kami berjumlah 90 siswa dan ruang yang kami punya cuma 3 ruang. 1 ruang sebagai kantor dewan guru dan saya dan 2 ruang lagi sebagai ruang belajar,” bebernya.

Ruang belajar terpaksa disekat menggunakan triplek untuk dipakai kelas 10 dan kelas 11a. “Sedangkan 1 ruang lagi juga sama, kami sekat untuk 2 kelas, kelas 11b dan kelas 12,” katanya.

Kalau di waktu masuk musim penghujan, kami sangat kewalahan, karena anak-anak kekurangan ruang dalam belajar. “Kalau saat ini ok lah pak, cuacanya cerah terus, kalau tiba-tiba hujan, anak anak berlarian seperti ‘kambing’ kena air, pada lari semua. Nah itu yang menjadi kendala bagi kami,” cetus Abdul Muis.

Alhamdulillah, katanya lagi, guru-guru yang mengajar tidak pernah mengeluh dengan segala keterbatasan. “Padahal, guru kami semua berstatus Bakti, dan saya (Kepala Madrasah) masih berstatus kontrak daerah,” ucapnya seraya berharap kepada pemerintah, agar memperhatikan dan membantu pendidikan yang ada di Aceh Tamiang ini, khususnya Madrasah Aliyah Al Iklas, agar kami bisa mencetak anak anak bangsa.

“Kalau fasilitas kami seperti ini, bagaimana bisa mencetak generasi-generasi yang handal, sementara fasilitas kami sangat kekurangan,” keluhnya. (evan/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *