Massa Aksi Bela Islam 212 Laporkan ‘Nenek Konde’ ke Mapolda Sumut

MEDAN (bareskrim.com) | Ribuan massa aksi Bela Islam 212 Jilid II secara resmi melaporkan Sukmawati Soekarnoputri yang dijuluki warga net ‘Nenek Konde’ ke Mapolda Sumatera Utara (Sumut), Jumat (6/4/2018).

Laporan yang dilakukan melalui gerakan massa berbagai daerah tersebut, diterima langsung oleh Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw dengan Tanda Bukti Lapor bernomor TBL/438/IV/SPKT”III” melalui atas nama Rafdinal SSos MAP.

Sebelum membuat laporan, massa aksi ini melakukan aksi unjukrasa menuntut Sukmawati ditangkap, karena dianggap telah menghina agama Islam melalui puisinya.

Ribuan massa aksi secara longmarch yang terdiri HMI, MUI, FPI, Laskar Saidul Annam dan Pecinta Dakwah, Salam Hijrah serta komunitas Islam lainnya berjalan dari Mesjid Agung Medan di Jalan Diponegoro ke Mapolda Sumut.

Usai berkumpul di Mapolda, tak lama kemudian, ribuan massa aksi segera diterima untuk masuk ke dalam areal lapangan Polda (Lapangan KS Tubun). Di lapangan KS Tubun, massa aksi berkumpul untuk menyampaikan aspirasinya dengan cara berorasi.

Komando aksi, Romo Muhammad Syafiie dalam orasinya mengatakan, jika Sukmawati telah menghina surat Al Maidah 58. Karena melalui puisinya, anak mantan Presiden RI pertama itu menurutnya, telah mengolok-olok adzan.

“Karenanya kita minta Sukmawati ditangkap. Di Jakarta tokoh Islam sudah melaporkan Sukmawati ke Mabes Polri, jadi tidak ada alasan prosesnya tidak dilanjutkan,” ungkapnya.

Selain itu, Romo menegaskan, tidak ada alasan untuk memaafkan Sukmawati. Karenanya, Romo menyampaikan, kedatangan massa aksi ke Polda Sumut juga untuk membuat laporan resmi ke Polisi. “Kita datang kesini juga untuk melapor ke kepolisian,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw menyampaikan, bahwasanya membuat laporan ke Polisi merupakan hak setiap orang. Untuk itu, Kapolda mengucapkan terimakasih, seraya mengatakan jika laporan tersebut telah pihaknya terima.

Selanjutnya, kata Kapolda, hasil laporan tersebut akan diteruskan ke Mabes Polri. Paulus juga menuturkan, selain Sumut, Mabes Polri juga akan mengakomodir laporan serupa dari daerah lainnya. “Proses laporan sudah dibuat dan dilaksanakan,” tandasnya.

Usai membuat laporan, tak lama kemudian, massa aksi langsung membubarkan diri. Aksi massa tersebut pun berjalan dengan damai. (amri/B)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *